Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kemenangan Persija Jakarta atas Persib Bandung dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026), disambut suka cita para pendukung Macan Kemayoran.
Salah satunya Haji Delo (62), suporter Persija yang sengaja datang dari Pluit, Jakarta Utara, bersama keluarganya untuk menyaksikan langsung duel panas kedua tim.
Pria yang datang bersama istri dan empat anaknya itu mengaku puas dengan permainan Persija, terlebih kemenangan tersebut terjadi setelah pertandingan berlangsung sengit hingga menit-menit akhir.
Bagi Haji Delo, skor akhir 2-1 bahkan sesuai dengan prediksinya sebelum pertandingan.
"Alhamdulillah, dengan permainan yang cantik bisa mempecundangi Persib Bandung. Persija menang 2-1," ujar Haji Delo seusai pertandingan di kawasan GBK.
Persija lebih dulu membuka keunggulan melalui Alexander Jeremejeff pada menit ke-41.
Gol tersebut tercipta setelah Jeremejeff memanfaatkan umpan Denis Kolinger dan membawa Persija menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Memasuki babak kedua, Persib berusaha bangkit dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui Balsa Sekulic pada menit ke-81.
Skor 1-1 membuat pertandingan semakin menegangkan bagi Haji Delo dan para pendukung Persija di tribun.
Ia mengaku sempat dibuat deg-degan ketika permainan Persija menurun setelah Persib berhasil menyamakan kedudukan.
Namun, situasi berubah ketika Persija melakukan pergantian pemain. Menurut Haji Delo, kehadiran pemain baru membuat permainan Persija kembali hidup hingga akhirnya mampu mencetak gol kemenangan.
"Deg-degan banget. Pas sudah 1-1 kita deg-degan banget. Persija turun permainannya. Tapi begitu masuk pemain baru, permainan Persija begitu hidup kembali," katanya.
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang pada masa injury time.
Ivan Mamut menjadi pahlawan Persija setelah mencetak gol yang memastikan kemenangan 2-1 atas Persib.
Gol tersebut langsung disambut sorak-sorai para pendukung Persija yang memadati SUGBK.
Bagi Haji Delo, kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena ia tidak datang seorang diri. Ia membawa istri dan empat anaknya untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada Persija.
Pakaian Oren Buatan Sendiri
Ada hal lain yang membuat kehadiran Haji Delo di SUGBK mencuri perhatian.
Ia datang mengenakan pakaian berwarna oren yang memiliki nuansa khas pakaian jemaah haji.
Pakaian tersebut ternyata dibuat sendiri dan memang sengaja dipersiapkan untuk dikenakan ketika menonton pertandingan Persija.
Ide membuat pakaian itu muncul setelah Haji Delo melihat seorang ustaz bernama Latif dari Ujung Pandang mengenakan gamis lengkap dengan topi haji.
Karena dirinya juga telah menunaikan ibadah haji, Haji Delo kemudian terinspirasi membuat pakaian serupa dengan sentuhan warna oren yang identik dengan Persija.
"Bikin sendiri. Saya lihat Ustaz Latif di Ujung Pandang, dia pakai gamis, pakai topi haji. Kebetulan saya juga haji, makanya saya pakai topi haji," ujarnya.
Ia mengaku tidak membuat pakaian tersebut secara terburu-buru.
Haji Delo membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk mencari bahan yang akan digunakan. Dalam prosesnya, sang istri turut membantu mencari dan membeli bahan pakaian di kawasan Thamrin, Jakarta.
Setelah bahan terkumpul, pakaian tersebut kemudian dipersiapkan secara khusus untuk mendukung Persija.
Bagi Haji Delo, pakaian itu bukan sekadar busana saat menonton pertandingan. Ia ingin memiliki ciri khas tersendiri ketika hadir memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaannya.
Menariknya, pakaian tersebut juga tidak hanya akan digunakan untuk satu pertandingan.
Haji Delo mengaku telah menyiapkan beberapa model pakaian serupa untuk dikenakan ketika Persija kembali bertanding.
"Insyaallah. Untuk pertandingan berikutnya saya ada tiga," katanya.
Kemenangan atas Persib pun menjadi momen yang semakin berkesan bagi Haji Delo. Selain pulang membawa kebahagiaan bersama keluarga, ia juga menyaksikan langsung Persija meraih tiga poin dalam pertandingan yang berlangsung penuh tensi tersebut.
Semangat Haji Delo menunjukkan bahwa dukungan terhadap Persija tidak hanya hadir melalui sorakan di tribun. Bagi sebagian suporter, kecintaan terhadap Macan Kemayoran juga diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk mempersiapkan pakaian khusus yang menjadi identitas saat mendukung tim kesayangan