Motif 3 Pelaku Pembunuhan Bambang saat Demo 27 Agustus, Terganggu Aktivitas Korban Jualan Cermin
Azis Husein Hasibuan September 13, 2026 10:10 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Polisi mengungkap motif di balik pengeroyokan yang menyebabkan Bambang Setyawan meninggal dunia saat kerusuhan pascademonstrasi di Jakarta.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengatakan, para pelaku mengaku merasa terganggu ketika melintas di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Iman, para pelaku saat itu memang mencari nafkah di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Ketika kerusuhan terjadi, para pelaku kemudian ikut terlibat dalam situasi tersebut.

"Para pelaku merasa ada terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas," kata Iman dikutip dari YouTube KOMPAS.COM, Minggu (13/09/2026).

"Karena kebetulan para pelaku ini mencari nafkah di sekitaran atau area tempat kejadian perkara. Kemudian sedang terjadi kerusuhan, mereka ikut serta di dalam kerusuhan itu sendiri," sambungnya.

Polisi juga memastikan para pelaku tidak terafiliasi dengan organisasi tertentu.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para pelaku yang telah dilakukan penyidik.

TERSANGKA PENGANIAYAAN - Polisi menetapkan tiga tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia usai aksi di kawasan DPR RI pada Kamis (27/8/2026). Ketiga tersangka berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29) yang ditangkap wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Tribunnews.com/Reynas Abdila)
TERSANGKA PENGANIAYAAN - Polisi menetapkan tiga tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia usai aksi di kawasan DPR RI pada Kamis (27/8/2026). Ketiga tersangka berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29) yang ditangkap wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Tribunnews.com/Reynas Abdila) (Tribunnews.com)

"Kami pastikan tidak ada dari hasil keterangan yang disampaikan oleh para pelaku itu sendiri. Mereka tidak terafiliasi dengan organisasi ataupun anggota organisasi tertentu," ujar Iman.

Sementara itu, polisi masih mendalami sejumlah hal yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Iman mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkap badan hukum atau pihak tertentu yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Menurutnya, informasi tersebut masih masuk dalam substansi penyelidikan dan penyidikan.

"Nanti pada saatnya ketika kami sudah menentukan apakah yang bersangkutan dapat dimintai pertanggungjawaban secara pidana atas perbuatannya, kami akan sampaikan," katanya.

Polisi menyebut para pelaku yang telah diperiksa berdomisili di sekitar Jakarta.

Di sisi lain, penyidik juga terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.

Sebelumnya, polisi telah merilis sketsa wajah dua orang yang diduga sebagai pelaku.

Dalam perkembangan terbaru, penyidik menemukan satu orang tambahan yang diduga terlibat dalam pengeroyokan Bambang Setyawan.

"Beberapa minggu yang lalu kami sudah merilis terkait dengan sketsa wajah, dua orang itu baru yang teridentifikasi. Kemudian berdasarkan hasil penyelidikan lanjutan, kami juga menemukan ada penambahan satu terduga atau yang diduga pelaku," tutur Iman.

Dengan perkembangan tersebut, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan peran masing-masing terduga pelaku dalam peristiwa yang menewaskan Bambang Setyawan.

Peran 3 Tersangka

Sabtu (12/9/2026) Polda Metro Jaya mengumumkan tiga tersangka pengeroyokan yang menewaskan pedagang cermin, Bambang Setiayawan (59) saat ricuh di Pejompongan Raya, Jakarta usai demo Kamis 27 Agustus lalu.

Usai demo 27 Agustus, ketiga orang tersebut diduga terlibat pengeroyokan terhadap Bambang Setiayawan hingga akhirnya tewas.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan ketiga tersangka masing-masing berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29).

Sabtu (12/9/2026), Iman di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengatakan,"Tiga orang diduga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan matinya korban atas nama Bambang Setiawan."

Berdasarkan penyelidikan, peran ketiga tersangka adalah sebagai berikut:

  • FP ialah melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan potongan kayu.
  • DDS merupakan sosok yang menyeret serta menendang korban di jalan raya.
  • DS melakukan pemukulan dan menyeret korban sebelum akhirnya dikeroyok.
TEWAS - Bambang Setiyawan (59) dan istrinya Sudarsi (56). Bambang warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tewas saat kericuhan di Pejompongan, di Jakarta Pusat. Keluarga meminta kasus tersebut diusut.
TEWAS - Bambang Setiyawan (59) dan istrinya Sudarsi (56). Bambang warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tewas saat kericuhan di Pejompongan, di Jakarta Pusat. Keluarga meminta kasus tersebut diusut. (TRIBUN MEDAN/(KOMPAS.com/THALITA DEWANTY))

Sosok Bambang Penjual Cermin

Kematian Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dalam kericuhan di Jalan Pejompongan Raya pada Jumat (29/8/2026) masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Bambang diketahui bukan merupakan massa aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Sehari-hari, pria tersebut bekerja sebagai penjual cermin dan biasa berjualan hingga sore hari.

Keluarga Bambang kini masih menunggu kejelasan mengenai peristiwa yang menyebabkan nyawanya melayang.

Pasalnya, pihak keluarga mengaku tidak melihat secara langsung kondisi Bambang di lokasi kejadian.

Informasi mengenai detik-detik terakhir Bambang justru diketahui keluarga dari video yang beredar.

Dalam video tersebut terlihat sejumlah pria memegang kayu dan seorang pria diseret oleh sekelompok orang sebelum dipukul.

Ketua RT setempat, Aban Sobandi, juga mendapat keterangan dari warga yang merekam video tersebut.

Menurut keterangan saksi, pria yang diseret dan dianiaya dalam video itu diduga Bambang.

(*/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.