TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN — Rumah semi permanen milik Timothius Loa (89), seorang pensiunan Polri di Dusun Dua, Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat kini menyisakan puing-puing saja setelah terbakar
Sabtu (12/9/2026).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WITA.
Jarak Desa Sidorejo dengan Mamuju, ibukota provinsi Sulawesi barat sejauh 179 kilometer, dengan waktu tempuh 4 jam.
Baca juga: PSM vs Arema Tanpa Penonton Pelatih Singo Edan Marcos Santos Mengaku Tidak Suka Stadion Sepi
Baca juga: Restoratif Justice Pencuri Kotak Amal Rp60 Ribu di Mamuju Dimaafkan Pelaku Justru Diberi Rp200 Ribu
Informasi kebakaran diterima personel Piket SPKT bersama personel gabungan Sat Intelkam dan Sat Reskrim Polres Polman dari masyarakat. Personel kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Penanganan di lokasi dipimpin Pamapta 1 Polres Polman, IPDA Moch. Nursatrya, S.Tr.K.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengamankan situasi serta mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi,” ujar IPDA Moch. Ahmad Nursatrya.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, api diduga pertama kali muncul dari bagian dapur.
Api kemudian dengan cepat menjalar ke bagian rumah lainnya.
Bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu serta kondisi angin yang cukup kencang membuat api semakin cepat membesar.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Masyarakat juga turut membantu proses pemadaman dan menyelamatkan sejumlah barang milik korban.
Sekitar pukul 13.45 WITA, mobil pemadam kebakaran Kabupaten Polewali Mandar tiba di lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp110 juta.
Sejumlah barang yang ikut terbakar yakni satu unit televisi, satu unit kulkas, satu unit mesin cuci, satu unit spring bed, serta tujuh unit lemari.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.
“Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman untuk mengetahui penyebab pastinya,” jelas IPDA Moch. Ahmad Nursatrya.
Sat Reskrim Polres Polman masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan fakta di lokasi kejadian.
Kobaran api berhasil dipadamkan warga dengan bantuan tujuh unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Polman.
Sejumlah personel TNI-POLRI juga terlihat berjibaku bersama warga untuk padamkan api.
Kepala Desa Sidorejo, Nurdin menyebut dugaan kebakaran rumah ini berasal dari pembakaran sampah.
Diduga api sisa pembakaran sampah di belakang rumah korban membesar usai menyambar material lain yang mudah terbakar.
“Kalau dugaan saya mungkin ini api dari sisa pembakaran sampah di belakang rumah korban,” kata Nurdin kepada wartawan.
“Api pembakaran sampah Sehingga menyerempet ke dapur kecil, sehingga semakin membesar kobaran api,” lanjutnya.
Nurdin memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dugaan serupa disampaikan anak korban, Jetur Heseron Loa. Dia memperkirakan sumber api penyebab kebakaran berasal sisa pembakaran sampah di bagian belakang rumah korban.
“Mungkin bakar sampah, apalagi banyak pohon pisang kering, ada kandang ayam nyambung sama dapur,” tuturnya.
Jetur mengatakan ayahnya selama ini tinggal seorang diri dan masih kerap memasak sendiri sejak istrinya meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Menurutnya, korban juga beberapa kali diajak anak-anaknya untuk pindah, namun menolak meninggalkan rumah tersebut.
“Dia masak sendiri, tinggal sendiri sejak mama meninggal beberapa tahun lalu,” pungkasnya. (*)