TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan kesiapannya dalam menyukseskan program gentengisasi besutan pemerintah pusat melalui penyediaan 2,4 juta buah genteng hasil produksi perajin lokal Jatiwangi.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengonfirmasi bahwa langkah strategis ini direalisasikan lewat kolaborasi bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di bawah arahan Menteri PKP, Maruarar Sirait.
Sebagai bentuk konkret dukungan tersebut, sebanyak kurang lebih 600 unit truk pengangkut genteng dijadwalkan bakal mendistribusikan material bangunan itu ke beraneka ragam kawasan di Jawa Barat pada November mendatang.
"Program ini menjadi peluang bagi industri genteng Jatiwangi untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi produk Majalengka dalam rantai pasok pembangunan perumahan," kata Eman di GGM Majalengka, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan rencana teknis yang disusun Kementerian PKP sebelumnya, ada sebanyak 34 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) genteng di Majalengka yang ditargetkan untuk menyuplai serta memberangkatkan total 2,4 juta genteng pada 8 November 2026.
Eman menekankan bahwa akselerasi serta daya saing barang produksi daerah mestinya sejalan dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Upaya pembangunan kualitas SDM ini diakomodasi melalui skema Satu Desa Satu Sarjana yang sudah bergulir di Pemkab Majalengka semenjak tahun lalu.
Dalam perkembangannya, skema pendidikan tersebut saat ini ditindaklanjuti secara lebih luas lewat jalinan kemitraan berskala akademis dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB). Kolaborasi ini memberikan ruang bagi para mahasiswa untuk mengecap bangku perkuliahan sembari menyerap pengalaman magang hingga bekerja secara profesional di Jepang.
Bupati menaruh harapan besar agar bekal ilmu serta wawasan internasional yang didapat para peserta program selama di Negeri Sakura kelak dapat didedikasikan kembali untuk pembangunan daerah.
"Harapannya, setelah menyelesaikan pendidikan dan kembali ke Majalengka, mereka dapat membawa pengalaman, ilmu, serta keterampilan yang diperoleh untuk bersama-sama membangun dan memajukan Majalengka," kata Eman.
Eman menggarisbawahi bahwa fondasi kemajuan Majalengka membutuhkan kombinasi yang seimbang antara perluasan sektor industri lokal serta pembenahan mutu para generasi penerusnya.
"Potensi Majalengka kami semakin dikenal, baik melalui produk unggulan dan industri maupun melalui generasi mudanya," pungkasnya.