CewekBanget.ID - Ketika vagina terasa gatal, bisa jadi ada indikasi kita terserang Bacterial Vaginosis (BV), yaitu infeksi yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan bakteri pada vagina.
Kondisi ini menandakan bakteri jahat bertumbuh secara berlebihan.
Sebenarnaya ada berbagai faktor lainnya yang menyebabkan vagina gatal.
Mulai dari faktor pakaian dalam yang enggak bersih, keringat yang menempel terlalu lama, gatal ketika menjelang mens, ataupun reaksi kulit yang sensitif pada sabun yang kita pakai.
Menggaruk vagina bisa menimbulkan dampak lain yang lebih parah seperti iritasi kulit, vagina yang memerah selangkangan menghitam, atau bahkan infeksi pada vagina.
Usahakan untuk enggak menggunakan sabun yang mengandung parfum, ya.
Perhatikan pula cara membersihkan vagina yang benar, yaitu dari bagian depan vagina hingga ke anus, untuk mencegah kotoran dari anus menyebar ke vagina.
Selalu ingat untuk rajin membersihkan vagina dengan air bersih terutama sehabis buang air kecil.
Pastikan kita mengganti celana dalam 2 – 3 kali sehari karena kondisi vagina yang lembab akan dengan mudah menimbulkan rasa gatal.
Selain itu, untuk mencegahnya kita juga harus memperhatikan kembali bahan celana dalam yang digunakan.
Akan lebih baik menggunakan bahan yang menyerap keringat seperti katun.
Oiya, pastikan untuk mencuci celana dalam sampai bersih agar enggak ada deterjen atau sabun cuci yang menempel.
Memakai celana terlalu ketat dalam waktu yang lama dan sering bisa membuat vagina semakin terasa lembab dan keringatnya menempel.
Pakailah celana yang enggak terlalu ketat agar vagina kita bisa ‘bernapas’.
Jika rasa gatal sudah sangat mengganggu dan enggak membaik, sebaiknya kita segera periksakan ke dokter, girls.