Dalam dunia film, novel, dan cerita pendek, akhir cerita (ending) menjadi peran penting untuk menarik minat, dan membangun kesan bagi audiens. Salah satunya adalah open ending, yang sering kali memancing spekulasi dari audiens.
Akhir cerita (ending) berfungsi untuk menyelesaikan konflik utama, mengungkap nasib karakter, dan memberikan pesan, atau makna yang ingin disampaikan oleh penulis maupun sutradara.
Apa itu Open Ending?
Perbesar
Ilustrasi Open Ending. Unsplash/Unseen Studio
Dikutip dari situs lib.ft.ugm.ac.id, open ending adalah teknik naratif yang memungkinkan setiap pembaca menafsirkan akhir cerita secara bebas, tanpa adanya kesimpulan yang pasti.
Akhir cerita ini dibentuk melalui berbagai unsur seperti alur, latar, tokoh, dan sudut pandang, yang secara keseluruhan memberikan ruang bagi pembaca untuk merumuskan makna, serta kelanjutan cerita sesuai dengan perspektif mereka masing-masing.
Teknik ini sering digunakan dalam berbagai genre, di antaranya:
Drama, mengeksplorasi kerumitan emosional, dan hubungan antar karakter.
Fiksi Ilmiah (Sci-Fi), memunculkan konsep masa depan, yang menyoroti ide-ide tentang kehidupan di masa mendatang.
Thriller dan Horror, memanfaatkan ketidakpastian untuk meningkatkan ketegangan, serta menciptakan efek yang misterius.
Fantasy, menggunakan open ending untuk membiarkan dunia cerita tetap terbuka bagi imajinasi audiens.
Mengapa Open Ending Digunakan?
Perbesar
Ilustrasi Open Ending. Unsplash/Brooke Cagle
Mengutip dari situs screenrant.com, open ending umumnya disukai oleh audiens karena memberikan kebebasan untuk menafsirkan kelanjutan kisah setelah film selesai.
Dengan memberikan kebebasan dalam menafsirkan akhir cerita, open ending menciptakan pengalaman yang lebih personal, dan mendalam bagi audiens.
Selain itu, ketidakpastian yang ditinggalkan sering kali membangun rasa penasaran, menjadikan karya tersebut lebih berkesan, dan diingat dalam jangka waktu yang lama.
Dan konteks kehidupan nyata, tidak semua hal memiliki jawaban yang jelas, atau akhir yang pasti. Oleh karena itu, open ending dapat mencerminkan ketidakpastian di dalam hidup, dan membuat cerita terasa lebih realistis, serta relevan dengan pengalaman audiens.
Dengan memberikan kebebasan dalam menafsirkan akhir cerita, open ending mampu menciptakan kesan mendalam, terlepas dari genre yang digunakan.
Open ending membuktikan bahwa ketidakpastian justru bisa menjadi daya tarik yang kuat dalam dunia seni, dan hiburan. (Idaftrn)
Baca Juga :Sinopsis High School Love On, Drama Korea yang Dibintangi Kim Sae Ron