Penyeberangan Ketapang Banyuwangi-Gilimanuk Tutup Sementara Saat Mudik Lebaran
GH News February 27, 2025 12:05 AM

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Banyuwangi gerbang antara Pulau Jawa dan Bali ini harus tutup sementara saat momen mudik lebaran 2025.

Dalam kunjungan ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Minggu (23/2/2025), Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo menyampaikan, bahwa pada tanggal 29 Maret 2025, ADSP tidak melayani penjualan tiket khususnya penyeberangan dari Ketapang-Gilimanuk. Hal ini dilakukan sebagai bentuk menghormati umat Hindu pada Hari Raya Nyepi.

“Mudik lebaran kali ini cukup spesial karena berhimpitan dengan Hari Raya Nyepi,” ucapnya, Rabu (26/2/2025).

Oleh karena itu, ASDP mengimbau kepada masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan mudik dan tidak melakukan pemesanan tiket untuk perjalanan saat perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1947.  

Apabila terlanjur, pemudik diminta untuk mengganti tanggal perjalanan karena pelayanan juga akan tutup selama perayaan Nyepi yang berlangsung pada Sabtu (29/3/2025) pukul 05.59 Wita hingga Minggu (30/3/2025) pukul 06.00 Wita. 

“Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar atau masuk Bali di tanggal itu, untuk mengatur ulang jadwal,” tutur Heru Widodo.

Terlebih, saat ini masyarakat dimudahkan dengan tiket ferry yang bisa dibeli melalui aplikasi Ferizy dan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan.

Sebelumnya di kesempatan yang sama, berdasarkan prediksi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Komarudin, dia mengungkap adanya peningkatan volume kendaraan yang akan terjadi saat cuti bersama termasuk saat libur Nyepi. 

Terlebih pada tahun 2024 tercatat, pergerakan kendaraan di Jawa Timur yang mencapai 842.221 unit.

"Kami memprediksi akan terjadi crossing atau persilangan arus mudik, baik masyarakat Jawa Timur yang keluar dari provinsi ini maupun yang menjadikan Jawa Timur sebagai destinasi liburan," jelas Kombes Pol Komarudin.

“Kemarin perkiraan pola pergerakan ada di kisaran 16 persen, dimungkinkan tahun ini meningkat di 18 persen kedatangan menuju Jawa Timur,” imbuhnya. (*)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.