PP Pordasi Jaring Atlet untuk Dikirim ke Kejuaraan Dunia Horseback Archery di Amerika Serikat
Hasiolan Eko P Gultom February 27, 2025 12:32 AM

PP PORDASI Jaring Atlet untuk Dikirim ke Kejuaraan Dunia Horseback Archery di Amerika Serikat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI) mulai menyeleksi atlet di Bali jelang tampil di Kejuaraan Dunia Horseback Archery.

Seleksi itu dilakukan Pordasi melalui Komisi Horseback Archery (HBA) di Bali, jelang berlaga di Tennessee, Amerika Serikat, September mendatang.

Ketua Komisi HBA and Tent Pegging PP PORDASI, Deri Asta, menjelaskan seleksi untuk mewakili Indonesia itu juga berbentuk kejuaraan Piala Bergilir Ketua Umum PP PORDASI, Aryo Djojohadikusumo.

Deri Asta berharap seluruh provinsi di Indonesia bisa mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Kendati menjadi seleksi untuk atlet Indonesia, ajang di Pulau Dewata ini juga akan mendatangkan atlet mancanegara.

"Agenda itulah yang menjadi fokus kita sesuai dengan kalender event yang kita bikin saat Rapat Kerja Nasional PP PORDASI pada 1 Februari 2025 lalu," ujar Deri Asta, dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Rabu (26/2/2025).

Demi suksesnya gelaran ini, Deri Asta menekankan pentingnya koordinasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PORDASI Bali.

Kerja sama para pemangku kepentingan tentu sangat diperlukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, rute arena, dan kuda yang sesuai dengan regulasi internasional.

Ketua Pengprov PORDASI Bali, I Wayan Gede Suadnyana, menambahkan berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut kejuaraan ini.

Ajang tersebut direncanakan berlangsung di Biaung, sebuah desa di kecamatan Penebel, Tabanan, Bali.

Bali sendiri memang sudah dipilih oleh PP PORDASI sebagai lokasi untuk beberapa seri kejuaraan, mulai dari seri 1 dan 2.

"Rencananya, venue event akan digelar di Biaung. Kami masih menunggu persetujuan dari PP PORDASI untuk memastikan kelayakan lokasi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Pemanah Berkuda (Perdana) Indonesia, Bandiono, mengungkapkan jika pihaknya juga ikut  menginisiasi Horseback Archery sebagai olahraga prestasi di bawah naungan PP PORDASI.

Dia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi olahraga, sangat penting untuk memajukan HBA di Indonesia.

"Horseback Archery bukan hanya olahraga, tetapi juga warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan," ujarnya.

Sebagai catatan, Horseback Archery adalah olahraga yang menggabungkan keterampilan memanah dan menunggang kuda.

Olahraga itu tidak hanya menguji ketepatan dan kecepatan, tetapi juga membutuhkan harmonisasi antara penunggang dan kuda.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.