TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi kembali menghadirkan serangkaian program ibadah yang tak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat kebersamaan umat. Dari tadarus Al-Quran raksasa hingga pengajian tasbih di malam-malam ganjil, masjid yang berdiri megah di jantung Kota Banyuwangi ini siap menjadi pusat spiritual bagi umat Islam selama bulan suci.
Salah satu kegiatan khas yang selalu dinantikan adalah Tadarus Al-Quran Raksasa, di mana ratusan jamaah dari berbagai usia berkumpul untuk membaca Al-Quran secara bersama-sama sepanjang bulan Ramadan.
Tidak hanya itu, Ngerandu Buko, istilah khas Banyuwangi untuk kajian menjelang berbuka puasa, juga menjadi agenda rutin. Kajian ini menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan untuk membahas hikmah Ramadan serta tantangan kehidupan beragama di era modern.
Tak hanya di awal dan pertengahan bulan, Masjid Agung Baiturrahman juga semakin semarak menjelang penghujung Ramadan. Pengajian Tasbih dan I’tikaf di malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan) menjadi momen sakral yang banyak diikuti jamaah. Malam-malam ini diyakini sebagai waktu terbaik untuk mencari keberkahan dan meraih malam Lailatul Qadar, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Sekretaris Yayasan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, H. Abdullah Fauzi, mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan sebaik-baiknya.
"Kami ingin masjid ini menjadi rumah spiritual bagi semua, tempat di mana umat bisa mendekatkan diri kepada Allah dan memperdalam pemahaman agama dengan suasana penuh kebersamaan," ujar H. Fauzi, Jumat (28/2/2025).
Dengan beragam kegiatan yang telah dipersiapkan, Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi diharapkan bisa menjadi magnet spiritual bagi umat Islam yang ingin mengisi Ramadan dengan ibadah dan ilmu. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang memperkaya hati dan jiwa dengan kebaikan serta kebersamaan.
Bagi masyarakat yang ingin ikut serta, Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi membuka pintu lebar-lebar untuk semua kalangan. Karena Ramadan adalah waktu terbaik untuk kembali, mendekat, dan merasakan indahnya kebersamaan dalam ibadah. (*)