Pupuk Indonesia, Asa Pamungkas Kaum Rentan Wujudkan Ketahanan Pangan di Kaki Bukit Oepuah
Edi Hayong March 01, 2025 01:35 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Rintik hujan berderai ringan mengantar penulis menuju rumah seorang ibu bernama Gradiana Usboko (54) yang terletak di RT 005, RW 003, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Curah hujan tahun ini cukup baik, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pemandangan sawah nan hijau di pinggir jalan menghipnotis mata.

Hari itu, Rabu, 26 Februari 2025. Setelah menempuh jarak sejauh 72,6 Kilometer dengan waktu tempuh 2 jam dari Kota Kefamenanu (Ibukota Kabupaten TTU) bersama seorang rekan, penulis akhirnya tiba rumah milik Gradiana.

Pemandangan rumah berdinding tembok berukuran sedang ini menyiratkan kenangan yang tak pernah usai.

Angin dari puncak Bukit Oepuah berayun lembut menyapu hamparan padi yang masih hijau di samping rumah sederhana itu. Padi masih berusia 1 bulan.

Tak ada burung pemangsa padi. Memori tentang nyanyian syukur petani yang menggema di kampung halaman kembali hidup di kepala.

Ditemani Gradiana Usboko dan seorang anaknya, penulis dan rekan berbincang-bincang di atas pematang sawah berselimutkan dingin yang masih terjebak di Desa Oepuah pagi itu.

Perempuan kelahiran tahun 1971 ini memiliki sawah pada dua lokasi berbeda. Total luas dua lahan sawah ini 50 are. Sawah seluas 25 are terletak tepat di pinggir rumah, dan 25 are lainnya di lokasi berbeda.

Gradiana adalah salah seorang anggota Kelompok Tani Sinar Naikefi. Salah satu kelompok tani di Desa Oepuah yang terkenal ulet menekuni dunia pertanian. Kelompok Tani Sinar Naikefi memiliki 10 orang anggota.

Tulang Punggung Keluarga 

Gradiana merupakan seorang single parent (orang tua tunggal). Ia ditinggal pergi suaminya, Hendrikus Taolin pada 27 Februari 2025 lalu. Tepat sehari setelah penulis mengunjungi rumahnya, Gradiana memperingati 10 tahun kepergian suami tercinta.

Dari hasil perkawinan mereka tersebut, mereka dianugerahi 4 orang anak. Tiga orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan.

Sejak ditinggal pergi suaminya, ia sibuk membesarkan anaknya seorang diri. Sebagai single parent Gradiana tidak pernah gengsi untuk menekuni pekerjaan sebagai petani dan berjualan kue.

Ketika pertama kali menjadi orang tua tunggal, Gradiana merasa kesulitan. Pasalnya, selama ini mereka berharap penuh dari penghasilan suaminya sebagai petani yang juga menekuni beberapa usaha.

Pose pelaksanaan panen raya padi
PANEN RAYA- Pose pelaksanaan panen raya padi di sawah milik Kelompok Tani Sinar Naikefi, 12 Juni 2024

Usaha sampingan tersebut perlahan-lahan tidak berjalan setelah suami berpulang ke Hadirat Tuhan. Saat ini satu-satunya usaha tersisa yang ditekuni Gradiana adalah menjual kue.

Gradiana sempat dilanda dilema dan rasa putus asa pasca kepergian suaminya. Meskipun demikian, ia berusaha bangkit dari keterpurukan berkat dukungan dari anak-anak dan keluarga.

Tiga orang anaknya kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi karena prihatin terhadap kondisi ekonomi keluarga dan kendala yang dialami ibu mereka.

Ia mengakui bahwa harapan satu-satunya mereka bertahan hidup adalah dari hasil pertanian. Gradiana mengolah sawah dibantu oleh anak-anaknya usai ditinggal pergi suami.

Ketersediaan air yang mengairi lahan pertanian dipandang cukup. Meskipun demikian, salah satu faktor penunjang penting hasil pertanian adalah perawatan dan ketersediaan pupuk.

Hasil Sawah Jadi Asa Anak-anak Mengenyam Pendidikan 

Ibu 4 anak ini sehari-hari bekerja sebagai petani. Selain bertani, Gradiana menjual kue sebagai pekerjaan sampingan untuk mendapatkan pemasukan tambahan.

Dalam sehari, hasil penjualan kue bisa mencapai Rp. 50.000 sehari. Terkadang penghasilan menjual kue hanya Rp. 20.000 sampai Rp. 30.000. Berkat tersebut disyukuri sebagai kasih Tuhan untuk mereka.

Sejak dituntut kenyataan membiayai pendidikan anak-anak di tingkat SD, SMP dan SMA, ia hanya bergantung pada hasil pertanian. Beras yang dipanen dari sawah menjadi harapan bagi Gradiana menyulam asa anak-anak memperoleh pendidikan yang cukup.

Empat orang anak Gradiana telah menuntaskan pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan anak keempat atau anak bungsu telah menuntaskan pendidikan di tingkat SMA pada tahun 2024 lalu dan akan melanjutkan studi ke tingkat Perguruan Tinggi pada tahun 2025 ini di Universitas Timor.

Selama 1 tahun ini, anak bungsu dari Gradiana tidak melanjutkan pendidikan karena terkendala biaya. Anak keempat ini rajin membantu ibunya dan sedang diupayakan untuk mengenyam pendidikan di Universitas Timor.

Tiga orang anak lainnya, hanya mengenyam pendidikan di tingkat karena, persoalan biaya pendidikan. Saat ini mereka sedang bekerja di luar Kabupaten TTU.

Demplot Pupuk Nonsubsidi Petrokimia Gresik 

Gradiana mengaku menerima bantuan Demonstration Plot (Demplot) dari Pupuk Petrokimia Gresik (anak perusahaan Pupuk Indonesia) tahun 2024 lalu. Bantuan demplot pupuk nonsubsidi ini merupakan berkat bagi mereka.

Sebagai ini petani setempat hanya berharap dari pupuk subsidi. Bukan tanpa alasan, mereka tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli pupuk nonsubsidi. 

Hasil yang diperoleh petani dari bantuan Demplot pupuk nonsubsidi dari Pupuk Indonesia melalui anak perusahaan Petrokimia Gresik cukup signifikan. Edukasi dan sosialisasi melalui Demplot Pupuk nonsubsidi dari Pupuk Indonesia ini menjadi bekal atau referensi bagi mereka dalam bertani ke depan.

Kendati demikian, hasil dari bantuan Demplot pada tahun 2024 lalu tidak maksimal. Karena, masyarakat setempat mengalami persoalan ketersediaan air untuk mengairi sawah. Fenomena ini baru pertama kali terjadi karena curah hujan yang tidak cukup.

"Jadi hasilnya tidak maksimal. Kalau airnya cukup mungkin lebih banyak lagi hasilnya,"ujar Gradiana tegas.

Sebelumnya, Gradiana biasa memanen 70 karung padi di atas sawah seluas 50 are setiap tahun. Pada tahun 2024 lalu, pasca menerima bantuan Demplot, ia berhasil memanen 90 karung padi. Mengingat aliran air belum maksimal karena curah hujan rendah, mereka hanya mengolah sawah sekali dalam setahun. 

Pupuk Demplot tersebut disalurkan melalui Kelompok Tani Sinar Naikefi. Usai diterima kelompok tani, pupuk nonsubsidi ini kemudian dibagikan secara merata bagi masing-masing anggota kelompok untuk dimanfaatkan.

Hasil panen di sawah ini sebagian dimanfaatkan sebagai konsumsi pribadi dan sisanya dijual untuk mencukupi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak.

Dikatakan Gradiana, saat ini harga beras yang dijual petani Rp. 15.000 per kilogram. Jika dalam situasi mendesak, terkadang masyarakat menjual Rp. 10.000 sampai Rp. 11.000 per kilogram.

Sebelum menerima bantuan Demplot, hasil panen mencapai 2,5 ton atau sekitar 60 sampai 70 karung padi untuk luas lahan 50 are. Setelah menerima bantuan demplot pupuk Petrokimia Gresik, mereka memperoleh hasil yang cukup signifikan. Ia berhasil memanen sebanyak 3 ton atau 90 karung padi untuk luas lahan 50 are.

Jika dikonversikan ke dalam rupiah, dalam kurun waktu satu tahun petani bisa memperoleh pendapatan Rp 30.000.000 sekali panen.

Padi yang dipanen pada tahun 2024 lalu hasil Demplot Pupuk Petrokimia Gresik saat ini masih tersimpan di lumbung. Hasil panen tahun 2024 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya, pada Bulan Desember, persediaan padi mereka sangat menipis, bahkan habis di Bulan Januari. Dampak positif ini bakal menjadi pertimbangan bagi mereka memanfaatkan pupuk nonsubsidi demi peningkatan produksi di bidang pertanian di tahun mendatang.

Selama ini masyarakat setempat membeli pupuk subsidi dari seorang agen. Satu karung pupuk urea subsidi Rp. 112.500 dan pupuk NPK subsidi Rp. 115.000 per karung.

"Kami harap kalau bisa Pupuk Indonesia selalu ada untuk kami masyarakat kecil,"ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Jejak Pupuk Indonesia di Desa Oepuah 

Ketika ditemui, Kepala Desa Oepuah, Yohanes D Ambone mengatakan, sebanyak 517 kepala keluarga berdomisili di Desa Oepuah. Mereka tersebar di 8 dusun dan 23 RT.

Lahan sawah produktif milik warga Desa Oepuah pada tahun 2025 ini seluas 275 hektare. Berdasarkan data BPS tahun 2023, jumlah penduduk di Desa Oepuah sebanyak 2.181 jiwa.

Sekitar 75 persen masyarakat Desa Oepuah bermata pencaharian sebagai petani, 5 % peternak dan 15?rmata pencaharian sebagai nelayan.

Para petani bergantung hidup dari komoditas pertanian; padi dan jagung. Beberapa kepala keluarga di desa itu menjadi petani sayur.

Hasil pertanian di Desa Oepuah sangat bergantung pada ketersediaan pupuk dan proses perawatan tanaman. Sementara sumber air sejauh ini di desa itu sangat cukup.

Yohanes menyebut, warga setempat juga berharap penuh dari air yang mengalir melalui jalur irigasi di lahan pertanian mereka. Jika curah hujan cukup, mereka bisa mengolah sawah sebanyak 2 kali dalam setahun.

Masyarakat Desa Oepuah sangat bersyukur karena, distribusi pupuk subsidi bisa mengcover kebutuhan petani di wilayah tersebut. Seorang agen pupuk di wilayah ini mampu mengcover kebutuhan petani Kecamatan Biboki Moenleu, Biboki Anleu dan Kecamatan Insana.

"Sampai detik ini distribusi pupuk di wilayah kami sangat lancar. Menurut pandangan saya ini sangat bagus," ujarnya.

Harga pupuk di wilayah Desa Oepuah sangat terjangkau. Di sisi lain masyarakat tidak kesulitan memperoleh pupuk subsidi dari agen. Pupuk Urea subsidi di wilayah itu dibeli dengan harga Rp. 112.500 per karung. Sedangkan, pupuk NPK subsidi Rp. 115.000 per karung.

Dalam upaya mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, Pemerintah Desa Oepuah akan mendorong masyarakat meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain itu, sarana penunjang seperti ketersediaan air dan akan diupayakan melalui rencana pembangunan saluran irigasi untuk menjangkau semua lokasi sawah milik warga.

Demi menunjang hasil pertanian warga, Pemerintah Desa Oepuah juga menyalurkan bantuan alat penyemprot pestisida dan pupuk kepada sejumlah petani.

TABUR PUPUK- Pose salah satu anggota Kelompok Tani Sinar Naikefi saat menyebarkan pupuk di lahan pertanian.
TABUR PUPUK- Pose salah satu anggota Kelompok Tani Sinar Naikefi saat menyebarkan pupuk di lahan pertanian. (POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON)

Di sisi lain, pemerintah desa juga berupaya melakukan pengawasan terhadap para pengusaha beras agar tidak membeli beras di tangan petani dengan harga murah.

Salah satu harapan masyarakat yang belum terjawab sampai saat ini yakni belum ada penambahan agen pupuk subsidi di wilayah tersebut. Pasalnya petani di beberapa kecamatan membeli pupuk dari 1 orang agen. 

Bantuan 8 Titik Demplot Pupuk Nonsubsidi dan Mobil Uji Tanah Pupuk Petrokimia Gresik 

Testimoni baik dari kaum rentan terhadap Pupuk Indonesia di Desa Oepuah tidak terlepas dari peran sentral Assistant Account Executive (AAE) PT Pupuk Indonesia untuk Kabupaten Timor Tengah Utara, Mesak Kristian Bonnu.

Sosok rendah hati ini menjadi harapan terakhir petani untuk memperoleh edukasi tentang kualitas pupuk nonsubsidi sebagai harapan peningkatan produktivitas pertanian. Selain itu, petani juga mendapatkan edukasi dan pendampingan berguna tentang proses perawatan tanaman padi hingga masa panen.

Menurutnya, Pupuk Indonesia berperan menyalurkan pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi kepada seluruh petani di wilayah Indonesia dan di Kabupaten TTU.

Sebagai anak perusahaan Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan mobil uji tanah untuk membantu pelaksanaan kegiatan uji tanah di Kabupaten TTU sejak tahun 2022 sampai 2024.

Bantuan mobil uji tanah pada tahun 2022 disalurkan pada 2 titik yaitu di Kecamatan Noemuti dan Kecamatan Kota Kefamenanu. Sedangkan pada tahun 2023, bantuan mobil uji tanah ini disalurkan pada 8 titik yakni di Kecamatan Kota Kefamenanu, Insana barat, Miomafo Barat, Miomafo Timur, Insana Utara, Biboki Selatan, Insana tengah, Biboki Utara.

Manfaat layanan mobil uji tanah dari Pupuk Petrokimia Gresik adalah mempermudah para petani dalam memilih pupuk yang cocok untuk pertaniannya.

Sejak tahun 2022 sampai 2024, Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan Demonstration Plot (Demplot) pupuk nonsubsidi sebanyak 8 titik di Kabupaten TTU. Demplot ini diberikan kepada petani yang telah melakukan uji tanah dan juga berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pertanian Kabupaten TTU .

Sasaran utama bantuan Demplot Pupuk Petrokimia Gresik adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani dan juga petani yang mau meningkatkan produktivitas pertaniannya.

Pada tahun 2024 lalu, Pupuk Indonesia melalui anak perusahaan Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan Pupuk Urea Petro, Pupuk Phonska Plus, Pupuk ZA Plus dalam bentuk Demplot kepada Kelompok Tani Sinar Naikefi di Desa Oepuah.

Demplot ini untuk mengenalkan produk pupuk nonsubsidi Petrokimia Gresik, meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani dan mengedukasi cara bertani yang baik dan benar.

Kontribusi Pupuk Indonesia melalui anak perusahaan Petrokimia Gresik dalam dunia pertanian juga bertujuan agar masyarakat tidak bergantung pada pupuk subsidi.

Melalui produk-produk yang dihadirkan ini, Pupuk Indonesia memberikan alternatif kepada para petani agar bisa mendapatkan pupuk dengan kualitas yang baik.

Selain Pupuk Nonsubsidi dan Demplot, Pupuk Indonesia pada tahun 2023 menyalurkan 3.568.018 kilogram pupuk Urea dan 3.184.955 kilogram pupuk NPK di 24 Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Pada tahun 2024, Pupuk Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan Demplot kepada Kelompok Tani Sinar Naikefi berupa Pupuk NPK Phonska Plus 150 kilogram, ZA Plus 100 kilogram dan Urea Petro; 50 kilogram.

Pupuk Subsidi dari PT Pupuk Indonesia Harapan Petani Kecil di Kabupaten TTU 

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara, Chairel Malelak mengatakan, sektor pertanian di Kabupaten TTU merupakan lokomotif utama dalam menarik maupun meningkatkan produktivitas sektor-sektor lain. Sebanyak 80 % masyarakat di Kabupaten TTU bermatapencaharian sebagai petani.

Jika ditinjau dari sektor ekonomi, penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah sektor pertanian. Dengan demikian, sektor pertanian menjadi unggulan dan prioritas di dalam proses pembangunan di Kabupaten TTU.

Peningkatan produktivitas di sektor pertanian hanya bisa dilakukan dari dua aspek yakni intensifikasi dan ekstensifikasi. Ekstensifikasi adalah perluasan lahan untuk mendapatkan hasil produksi yang lebih banyak atau menerapkan metode ekstensifikasi untuk meningkatkan produktivitas.

Upaya paling mungkin untuk mengembangkan produktivitas di sektor pertanian adalah metode intensifikasi. Berbicara soal intensifikasi di bidang pertanian, pupuk merupakan salah satu penentu jumlah produksi.

Berdasarkan data, ± 21 % masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara hidup di garis kemiskinan. Jika dibandingkan dengan 80 % masyarakat Kabupaten TTU bermata pencaharian sebagai petani maka, secara tidak langsung data ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk miskin ini justru u ada di kelompok petani.

Apabila kehidupan para petani masih dalam kategori miskin maka, mereka belum bisa mampu untuk membeli pupuk nonsubsidi. Di sisi lain, pemerintah hanya bisa memenuhi kebutuhan pupuk para petani melalui pupuk subsidi.

Foto Kepala Dinas Pertanian Timor Tengah Utara (TTU)
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Chairel Malelak.

Pupuk Indonesia, memainkan peran penting di dalam produksi dan distribusi yang pada akhirnya akan sangat mempengaruhi pertanian di Kabupaten TTU. Sektor pertanian di Kabupaten TTU, tidak bisa dilepaspisahkan dari pengaruh sentral dan dukungan dari PT Pupuk Indonesia. Pasalnya, sektor pertanian di Kabupaten TTU sangat bergantung dan hidup dari PT Pupuk Indonesia.

Pada tahun 2021 lalu, Dinas Pertanian Kabupaten TTU mengusulkan kebutuhan pupuk subsidi sebanyak 11.502,416 ton dan memperoleh alokasi sebanyak 1.380 ton. Dari 1380 ton ini, penyerapan hingga ke masyarakat sebanyak 1.066,20 ton atau ekuivalen dengan 76,26 % .

Sementara pada tahun 2022, usulan kebutuhan pupuk sebanyak 21.184,426 ton dan disetujui sebanyak 1.907,20 ton. Dari jumlah yang disetujui ini, penyerapan hingga ke tangan masyarakat sebanyak 1.003,38 ton atau ekuivalen dengan 52,61 % .

Pada tahun 2023, Kabupaten TTU menerima alokasi pupuk subsidi terbanyak. Dinas Pertanian mengusulkan alokasi pupuk subsidi sebesar 6.800 ton. Namun dialokasikan sebanyak 10.202,52 ton. 

Pada tahun 2024, total penyaluran Pupuk Urea subsidi ke tangan petani di 24 kecamatan sebanyak 845.831 kilogram. Sedangkan Pupuk NPK subsidi 721.216 kilogram.

Berdasarkan data Bulan Januari tahun 2025, penyaluran Pupuk Urea subsidi di Kabupaten TTU 130.560 kilogram dan Pupuk NPK subsidi 105.750 kilogram.

Para petani di Kabupaten TTU dikategorikan dalam dua kelompok yakni petani sebagai warisan dan petani sebagai peluang usaha. Mata pencaharian petani sebagai warisan ini akan selalu bergantung atau berharap pada bantuan atau subsidi dari pemerintah.

Sedangkan kategori kelompok yang melihat pertanian sebagai peluang usaha, perlahan kian tumbuh signifikan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Kelompok ini kemudian tidak memiliki akses untuk memperoleh pupuk subsidi karena bukan dianggap kelompok masyarakat miskin yang harus disubsidi oleh pemerintah.

Bertolak pada realita tersebut di atas, terkuak fakta bahwa, PT Pupuk Indonesia tidak hanya membantu kelompok petani kecil melalui jalur subsidi tetapi juga memberikan bantuan terhadap petani melalui jalur nonsubsidi, baik itu penyediaan pupuk maupun melalui demplot pertanian. Bantuan demplot pertanian ini diberikan dengan ukuran luas lahan tertentu. 

Chairel menjelaskan, berdasarkan data tahun 2023, lahan kering potensial di Kabupaten Timor Tengah Utara 175.725,00 hektare namun yang diolah sekitar 26.609,00 hektare. Sementara lahan basah potensial yang telah diolah di Kabupaten TTU 14.269,00 hektare. Dengan demikian, total luas lahan di Kabupaten TTU 269.679 hektare.

Selain itu, potensi lahan hortikultura seluas 730,00 hektare dan lahan hortikultura yang sudah diolah berdasarkan data hingga tahun 2022 seluas 433,42 hektare atau sekitar 59,37 % . Sementara berdasarkan data tahun 2023 potensi lahan bukan pertanian 79.684 hektare. 

Pupuk Indonesia, Asa Pamungkas Kaum Rentan Wujudkan Ketahanan Pangan di Kaki Bukit Oepuah 

Suara Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., MA perlahan terdengar jelas dari balik speaker ketika dihubungi penulis, Jumat, 28 Februari 2025. Bupati TTU terlantik periode 2025-2030 ini bakal mengakhiri retreat di Magelang usai dilantik Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Di tengah kesibukan mengikuti retreat, sosok yang terkenal ramah ini terdengar bersemangat membicarakan tentang pertanian di Kabupaten TTU.

Ia menjelaskan, luas wilayah Kabupaten TTU, 2.674 km⊃2;. Kabupaten TTU terdiri dari 24 kecamatan dan 182 desa. Jumlah ini menunjukkan bahwa, Kabupaten TTU adalah sebuah daerah yang luas. Mayoritas mata pencaharian masyarakat Kabupaten TTU adalah petani.

Sebagai orang nomor satu di Kabupaten TTU, Falentinus bersama Wakil Bupati TTU memiliki visi-misi yang juga fokus di bidang pertanian. Secara spesifik, mereka bakal fokus pada peningkatan produktivitas pertanian, pemberdayaan petani dan memberikan dukungan penuh kepada petani kecil untuk bangkit dari genggaman persoalan ekonomi.

Sejauh ini, produksi pertanian di Kabupaten TTU mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kehadiran petani-petani muda yang go nasional beberapa waktu terakhir mesti dimanfaatkan untuk merubah mindset pertanian di Kabupaten TTU. 

Mengingat wilayah Kabupaten TTU berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste, Distrik Oecusse, Falentinus berikhtiar akan menjadikan hal ini menjadi kesempatan untuk mewujudkan pembangunan melalui sektor pertanian.

Ia mengakui bahwa, beberapa komoditas pertanian di Kabupaten TTU telah menjadi andalan untuk dikirim ke luar daerah maupun ke luar negeri seperti Negara Timor Leste.

Bertolak aspek produktivitas pertanian, petani di Kabupaten TTU tidak dapat dipisahkan dari pupuk. Secara khusus petani kecil di Kabupaten TTU sangat bergantung pada pupuk subsidi. 

"Beruntungnya, distribusi pupuk subsidi di Kabupaten TTU sejauh ini sangat lancar dengan harga terjangkau," ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih atas peran penting Pupuk Indonesia melakukan distribusi pupuk subsidi ke wilayah Kabupaten TTU sangat lancar. Hal ini selaras dengan tekad Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

Falentinus juga mengapresiasi peran dan sepak terjang Pupuk Petrokimia Gresik di Kabupaten TTU. Petrokimia Gresik telah menjadi salah satu pilihan utama petani milenial di Kabupaten TTU mendorong peningkatan produksi pertanian. 

Sebagai Bupati TTU, ia meminta agar distribusi pupuk subsidi di Kabupaten TTU tetap stabil dan lancar seperti sebelumnya. Pemerintah Kabupaten TTU akan mendorong pemanfaatan lahan tidur secara maksimal demi mewujudkan visi ketahanan

Kisah pelik kaum rentan, Gradiana Usboko di Desa Oepuah, semestinya menjadi semangat dan inspirasi bagi petani lain maupun kaum muda bahwa pertanian adalah harapan semua umat manusia. 

Ia juga meminta agar jumlah distribusi pupuk subsidi di Kabupaten TTU ditingkatkan. Pupuk Indonesia telah menjadi asa atau harapan pamungkas (paling terakhir) bagi kaum rentan dan petani kecil di kaki Bukit Oepuah, bertahan dalam gempuran keterbatasan kemudian bangkit dan mewujudkan ketahanan pangan. (*)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.