Olahraga adalah salah satu aktivitas fisik yang sangat dianjurkan, karena dapat meningkatkan kesehatan tubuh.
Banyak orang yang beranggapan saat menjalankan puasa Ramadan tidak perlu berolahraga.
Padahal, olahraga ini sangat dianjurkan baik itu saat puasa Ramadan atau tidak sedang puasa.
Selain meningkatkan kesehatan tubuh, olahraga juga bantu menurunkan berat badan yang cenderung naik saat puasa.
Membahas mengenai olahraga saat puasa, ada pertanyaan yang diajukan kepada Ahli Gizi.
Pertanyaan:
Pak Radyan, adakah jenis olahraga yang aman dan efektif untuk dilakukan selama puasa, terutama bagi mereka yang fokus pada penurunan berat badan?
Olivia, Surabaya.
Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz, Dietisien Menjawab:
Aktivitas fisik atau olahraga tetap dianjurkan untuk dilakukan saat puasa, baik bagi seseorang yang sedang menjalankan diet atau pun yang tidak diet.
Jadi bulan puasa bukan berarti kita tidak aktif secara fisik.
Ada beberapa tips dan saran yang bisa diterapkan saat akan berolahraga di bulan puasa Ramadan.
1. Pilih waktu mendekati buka puasa
Dianjurkan untuk olahraga maksimal 1 jam atau setengah jam sebelum buka puasa.
2. Olahraga dengan intensitas tidak berat
Olahraga yang dilakukan sebaiknya adalah olahraga dengan intensitas yang tidak terlalu berat.
Misalnya, olahraga yang tidak terlalu membuat kita merasa kelelahan.
3. Perhatikan aktivitas harian
Perhatikan juga aktivitas harian masing-masing individu.
Misalnya dalam sehari kerjanya terlalu berat, kita tidak perlu melakukan olahraga tidak masalah.
Nanti bisa mencari hari lain untuk berolahraga.
Untuk olahraga saat puasa, tidak perlu olahraga yang harus mengeluarkan banyak keringat.
Karena kalori dan lemak tubuh tidak ditakar berdasarkan keringat, tapi berdasarkan durasi.
Jadi per olahraga atau per waktu sesi olahraga, usahakan minimal 30 menit.
Kemudian akumulasi waktu olahraga seminggu sebaiknya 150-155 menit, yang bisa dibagi menjadi 3-4 kali dalam seminggu.