Pemprov DKI Prediksi Pendatang Usai Lebaran Menurun, DPRD Anggap Hal Baik
GH News March 25, 2025 08:04 AM

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Budi Awaludin memprediksi jumlah pendatang yang masuk ke Jakarta usai Lebaran 2025 menurun dibanding tahun sebelumnya. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem, Wibi Andrino, pun menilai hal itu pertanda baik.

"Terkait prediksi penurunan jumlah pendatang yang masuk Jakarta usai Lebaran 2025, kami menyambut baik kabar ini. Penurunan jumlah pendatang dapat diartikan sebagai indikasi bahwa lebih banyak orang yang memilih untuk tinggal di daerah asal mereka, yang tentunya dapat membantu mengurangi beban infrastruktur dan layanan publik di Jakarta," kata Wibi kepada wartawan, Senin (24/3/2025).

Namun, Wibi meminta Pemprov DKI Jakarta menyikapi prediksi itu dengan bijak. Menurutnya, Pemprov DKI harus memfasilitasi proses integrasi para pendatang agar terlayani dengan baik di Jakarta.

"Kami perlu memastikan bahwa mereka mendapatkan akses yang memadai terhadap layanan publik, pekerjaan, dan tempat tinggal. Pendekatan yang lebih inklusif akan membantu menciptakan lingkungan yang harmonis dan berkelanjutan," ucapnya.

Dia mendorong kolaborasi antara Pemprov DKI dengan pemerintah daerah lain untuk menciptakan program-program yang mendukung pengembangan ekonomi di daerah asal pendatang. Sehingga, kata dia, mereka tidak merasa perlu berpindah ke Jakarta demi mencari pekerjaan yang lebih baik.

"Kami di DPRD siap mendukung inisiatif-inisiatif yang akan diambil oleh Pemprov DKI dalam menyikapi situasi ini, agar kita dapat mencapai keseimbangan yang baik antara kebutuhan pendatang dan kapasitas kota," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Rany Maulani. Dia menilai berkurangnya jumlah pendatang masuk Jakarta usai Lebaran bisa mengurangi masalah-masalah Jakarta.

"Karena biasanya pendatang baru masih banyak yang belum ada tujuan pasti datang merantau ke Jakarta, karena bila belum ada kepastian kejelasan pertanggung jawaban atas keberadaan diri masing-masing tentunya menjadi masalah karena biaya hidup di Jakarta juga perlu dipertimbangkan," kata Rany.

"Lain soal bila kehadiran mereka ke Jakarta sudah jelas tujuannya dan jelas tempat tinggal atau domisilinya tentu kemungkinan masalahnya juga lebih kecil," imbuhnya.

Diketahui, Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaludin memprediksi jumlah pendatang yang masuk ke Jakarta usai lebaran menurun dibanding tahun sebelumnya. Dia memprediksi pendatang yang masuk kali ini paling banyak mencapai 15 ribu.

"Jumlah pendatang ke Jakarta dalam kurun waktu terakhir mengalami penurunan tahun 2023: 25.9318, sedangkan tahun 2024: 16.207 untuk tahun 2025 diprediksi sekitar 10.000 sampai dengan 15.000 jiwa," kata Budi kepada wartawan, Minggu (23/3).

Budi meminta warga pendatang untuk melapor ke RT/RW setempat. Laporan perlu dilakukan jika menetap di Jakarta kurang dari satu tahun.

"Pastikan identitas kependudukan (KTP) sudah sesuai Domisili, jika belum segera lakukan pembaharuan agar kedepan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Lapor diri sebagai penduduk pendatang jika memang tinggal di Jakarta kurang dari 1 tahun," ujarnya.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.