TRIBUNNEWS.COM - Timnas Indonesia resmi mengukir sejarah setelah meraih kemenangan atas Bahrain pada lanjutan Grup C Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Hasil positif tersebut mendapat pujian dari media lokal Vietnam, Bongda, di mana Timnas Indonesia dilabeli sebagai "Newbie" alias pendatang baru yang bersinar.
Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam WIB, Timnas Indonesia menang dengan skor tipis 1-0.
Gol tunggal Tim Garuda dicetak Ole Romeny pada menit ke-24.
Memanfaatkan umpan Marselino Ferdinan di dalam kotak penalti, penyerang berusia 24 tahun itu dengan tenang menjebol gawang Bahrain kawalan Ebrahim Lutfalla.
Menariknya, kemenangan atas skuad Bahrain membuat Timnas Indonesia sah mengukir sejarah keren.
Skuad Garuda kini menjadi tim ASEAN pertama yang pada Round 3 Kualifikasi Piala Dunia meraih lebih dari satu kemenangan.
Sebelumnya, Timnas Indonesia berbagi tempat dengan Vietnam dengan raihan satu kemenangan.
Vietnam meraih satu kemenangan saat berlaga di Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sementara skuad Garuda dihasilkan kala menundukkan Arab Saudi di SUGBK 2-0.
Pundi-pundi kemenangan Timnas Indonesia bertambah setelah menundukkan Bahrain.
Sementara Thailand yang juga pernah berjuang di Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2018, justru tidak meraih kemenangan sama sekali.
Kini, Timnas Indonesia menjadi tim pertama ASEAN dengan raihan dua kemenangan di Round 3 Kualifikasi Piala Dunia.
Hal itu memantik reaksi media Vietnam untuk memuji Ole Romeny cs.
"Pendatang baru bersinar, Indonesia menang pada laga perdana di bawah asuhan Patrick Kluivert," begitu judul artikel yang ditulis oleh Bongda beberapa saat pasca-pertandingan.
Kredit khusus layak diberikan pada Ole Romeny yang tampil apik pada laga ini.
Gol ke gawang Bahrain sekaligus menjadi yang kedua bagi striker Oxford United tersebut. Pekan lalu, dia juga mencetak satu-satunya gol saat Timnas Indonesia keok 1-5 dari Australia.
"Menghadapi lawan yang dinilai 'setara', Tim Indonesia tampil apik hingga sukses merebut tiga poin atas Bahrain," puji Bongda.
"Dengan keunggulan bermain di kandang sendiri, Indonesia memasuki pertandingan dengan penuh semangat melawan Bahrain. Hal ini membantu mereka mempertahankan posisi unggul dibanding lawan-lawannya," sambungnya.
Bongda mengatakan Jay Idzes dkk. sebetulnya memiliki banyak peluang bagus untuk menambah keunggulan. Namun, sayangnya beberapa percobaan yang dilakukan gagal dimanfaatkan dengan baik.
"Meski sempat unggul, Indonesia tetap mempertahankan gaya menyerangnya. Dan jika Marselino Ferdinan mampu memanfaatkan peluangnya, Garuda bisa saja mencetak gol kedua pada menit ke-44," ujarnya.
"Memasuki babak kedua, meski sempat melakukan beberapa penyesuaian, Indonesia tetap bermain terbuka. Namun, minimnya keberuntungan membuat para penyerang kedua kubu tidak mampu mencetak gol lagi."
"Pada menit ke-67, Marselino kembali mendapat peluang emas untuk mencetak gol saat berhadapan dengan kiper Bahrain. Sayang, dalam situasi tersebut, bintang muda yang bermain di Inggris untuk klub Oxford United itu melepaskan tembakan yang melambung di atas mistar gawang," lanjut Bongda.
Kemenangan ini membuat peluang Tim Merah-Putih untuk lolos ke Piala Dunia 2026 tetap terbuka. Tambahan tiga poin menempatkan mereka di posisi keempat dengan sembilan poin.
Tim Garuda menjauh dari kejaran Bahrain dan China yang sama-sama mengoleksi enam poin. Kedua tim ini berada di urutan kelima serta keenam klasemen sementara Grup C.
"Dengan kemenangan 1-0, Indonesia melangkah lebih jauh untuk meraih tiket ke Piala Dunia 2026. Meski peluang untuk meraih posisi kedua Grup C hampir sirna karena tertinggal empat poin dari Australia, Indonesia masih punya harapan untuk bersaing memperebutkan tiket play-off jika berhasil masuk ke empat besar," papar Bongda.
"Pelatih Patrick Kluivert dan timnya masih punya pertandingan melawan China (kandang) dan Jepang (tandang). Dan menurut perhitungan, mereka bisa meraih minimal tiga poin lagi di dua laga tersebut," pungkasnya.
(Giri)