Kelapa Bulat RI Mendadak Mahal, Kemendag Buka Peluang Atur Ekspor
kumparanBISNIS March 26, 2025 12:40 PM
Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka peluang mengatur ekspor komoditas kelapa bulat Tanah Air. Kemendag telah berdiskusi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk pengaturan ekspor tersebut.
Ini diungkap oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan. Iqbal menegaskan, komoditas kelapa bulat tidak termasuk ke dalam barang kebutuhan pokok dan barang penting.
"Nah ini makanya beberapa kali memang kita sudah maksudnya Kementerian Perdagangan ya sudah berdiskusi mengenai kelapa ini dengan Kementerian Perekonomian utamanya Kemendag, terkait dengan pengaturan ekspor," kata Iqbal kepada wartawan di Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Rabu (26/3).
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkap hal yang menyebabkan harga kelapa bulat di pasaran meningkat. Menurut Budi hal ini disebabkan oleh banyaknya permintaan kelapa bulat baik untuk ekspor maupun dalam negeri.
“Banyak permintaan ekspor, terus industri di dalam negeri juga banyak minta. Ya jadi industri di dalam negeri karena banyak yang ekspor, juga kadang-kadang keseluruhan dapet barang dan sebagainya. Itu memang masalahnya itu,” kata Budi ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (21/3).
Harga kelapa bulat di pasaran meningkat dari Rp 10.000 per butir menjadi Rp 15.000 per butir. Untuk itu, Budi akan melakukan evaluasi bersama bersama pihak terkait.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat ekspor kelapa bulat Indonesia pada Februari 2025 meningkat 29,84 persen (Month to Month/MoM). Ekspor tersebut paling banyak ke China dan Vietnam.
"Kalau menurut data ekspor kelapa bulat menunjukkan adanya peningkatan sebesar 29,84 persen secara mtm, sebagian besar ekspor kelapa bulat ditujukan ke Tiongkok dan Vietnam," ucap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti kepada wartawan di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/3).
Berdasarkan data BPS, Indonesia telah mengekspor 71.077 ton kelapa di dalam kulit (endocarp) ke beberapa negara periode Januari-Februari 2025.
Pada periode itu, China menjadi negara dengan tujuan utama ekspor kelapa bulat sebanyak 68.065 ton dengan nilai USD 29,5 juta, selanjutnya negara tetangga Vietnam sebanyak 2.180 ton, Thailand 550 ton, dan Malaysia 280 ton.