IDF Klaim Temukan 25 Laras Peluncur Ganda Roket di Rafah, Dokumen Intel AS: Hamas Tetap Ancaman
Hasiolan Eko P Gultom March 27, 2025 11:32 PM

IDF Klaim Temukan 25 Laras Peluncur Ganda Roket di Rafah, Dokumen Intel AS: Hamas Tetap Ancaman

TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Israel (IDF) yang beroperasi di Rafah, Gaza selatan, mengklaim telah menemukan peluncur roket ganda dengan 25 laras.

"Peluncur tersebut ditemukan oleh pasukan Brigade Lapis Baja Cadangan ke-14 di lingkungan Tel Sultan," menurut laporan singkat Times of Israel mengutip pernyataan IDF, Kamis (27/3/2025).

Pasukan Israel pada Kamis (20/3/2025) malam mengumumkan telah memperluas operasi darat di Jalur Gaza hingga mencakup wilayah Rafah di ujung selatan Gaza.

Sementara pesawat tempur Angkatan Udara Isrel (IAF) melancarkan pemboman intensif di wilayah utara, dalam kelanjutan perang pemusnahan yang telah berlangsung sejak Selasa dan sejauh ini telah menelan korban 590 jiwa.

"Dalam beberapa jam terakhir, pasukan telah melancarkan operasi darat di wilayah Shabura, Rafah," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

IDF menambahkan bahwa operasinya juga berlanjut "di utara dan tengah" daerah kantong Palestina tersebut.

 Baca juga: Rudal Gaza dan Yaman Bersahutan di Langit Tel Aviv, Jubir Qassam Serukan Perlawanan Total ke Israel

Sementara itu, pesawat tempur Zionis membom beberapa target di kota Beit Lahia, sebelah utara Jalur Gaza, bertepatan dengan penembakan artileri gencar di kota itu, yang sebelumnya hari ini menjadi saksi operasi darat di sepanjang poros pantai.

Israel mengumumkan bahwa tentaranya telah melancarkan operasi darat terbatas di Jalur Gaza pada hari Rabu.

Militer mengatakan dalam sebuah pernyataan kalau operasi darat ini bertujuan untuk memperluas zona pertahanan dan membangun garis (membelah) antara utara dan selatan Jalur Gaza.

SAYAP MILITER - Foto file Khaberni yang diambil, Kamis (13/3/2025) yang menunjukkan personel Brigade Al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas saat berkumpul dalam parade militer. Seorang analis dan penulis Israel, Gideon Levy meyakini kalau Hamas akan tetap eksis terlepas dari niat Israel melancarkan perang lagi di Gaza dengan kekuatan yang lebih besar dari agresi sebelumnya.
SAYAP MILITER - Foto file Khaberni yang diambil, Kamis (13/3/2025) yang menunjukkan personel Brigade Al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas saat berkumpul dalam parade militer. Seorang analis dan penulis Israel, Gideon Levy meyakini kalau Hamas akan tetap eksis terlepas dari niat Israel melancarkan perang lagi di Gaza dengan kekuatan yang lebih besar dari agresi sebelumnya. (khaberni/tangkap layar)

Dokumen Intelijen AS: Hamas Tetap Ancaman Bagi Israel

Terkait dengan berlanjutnya Perang Gaza, pihak Amerika Serikat (AS) meyakini kalau gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, bahkan dalam kekuatan yang tergerus, masih menimbulkan ancaman bagi keamanan Israel.

Hal itu termuat dalam dokumen laporan tahunan komunitas intelijen AS soal assessment (penilaian) potensi ancaman bagi Israel, yang diterbitkan Selasa (25/3/2025), menurut Jerusalem Post.

"Amerika Serikat memperkirakan situasi di Gaza, serta dinamika antara Israel dan Hizbullah serta Israel dan Iran, akan tetap tidak stabil,"  menurut lansiran media tersebut mengutip isi dokumen. 

Disebutkan, laporan setebal 31 halaman itu terdiri beberapa bagian yang membahas ancaman bagi Israel dan sekutunya (termasuk AS) yang ditimbulkan oleh Iran dan organisasi-organisasi Islam, serta ancaman-ancaman lain seperti Rusia, China, dan Korea Utara.

Menurut penilaian potensi ancaman terkait perang antara Israel dan Hamas, Amerika Serikat percaya kalau "Hamas, bahkan dalam bentuknya yang memburuk, tetap menjadi ancaman bagi keamanan Israel."

Gerakan perlawanan Palestina ini, kata penilaian itu, tetap mampu memiliki ribuan petempur dan mempertahankan sebagian besar infrastrukturnya di bawah tanah.

"Hamas kemungkinan juga telah menggunakan gencatan senjata untuk memperkuat dan mengisi kembali persediaan pasukan dan amunisinya sehingga dapat bertempur lagi,".

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Hamas memiliki kemampuan untuk melanjutkan "perlawanan tingkat rendah dan terus menjadi aktor politik yang dominan di Gaza di masa depan."

 

(oln/khbrn/*)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.