Terungkap Lewat Studi, Bahan Dapur Ini Jadi Asupan Nomor 1 Buat Kesehatan Otak
GH News April 01, 2025 07:03 AM

Mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi penting dapat membantu meningkatkan kesehatan otak dan mengurangi masalah seperti demensia. Tapi, seperti apa makanan yang menjadi 'sahabat' dari otak?

Dikutip dari CNBC Make It, sebuah studi Harvard tahun 2024 menemukan bahwa minyak zaitun dapat memberikan manfaat yang baik bagi otak. Ini karena kandungan antioksidan dan sifat anti-peradangannya yang kuat.

Studi tersebut dilakukan pada 92.383 orang dewasa Amerika. Para peserta yang mengonsumsi setidaknya 7 gram minyak zaitun per hari memiliki risiko kematian terkait demensia sebesar 28 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah atau jarang mengonsumsinya.

Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal, yang telah terdokumentasi dengan baik perannya dalam kesehatan otak. Lemak sehat ini memperlancar aliran darah ke otak dan mengurangi peradangan.

Selain itu, minyak zaitun mengandung polifenol, seperti oleocanthal, yang terbukti mampu memerangi stres oksidatif dan peradangan yang keduanya dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti demensia.

Tak hanya itu saja, berikut manfaat yang bisa didapatkan ketika rutin mengonsumsi minyak zaitun.

1. Mengatur Nafsu Makan

Minyak zaitun membantu meningkatkan rasa kenyang. Dapat mendukung berat badan yang sehat yang menjadi faktor kunci dalam mengurangi risiko demensia.

2. Meningkatkan Kesehatan Usus

Minyak zaitun dapat merangsang produksi empedu, mendukung metabolisme lemak, dan penyerapan nutrisi.

3. Meningkatkan Energi

Rutin mengonsumsi bahan dapur ini dapat membantu meningkatkan energi untuk beraktivitas tanpa takut melonjaknya kadar gula darah.

4. Antioksidan

Minyak zaitun Kaya akan vitamin E dan polifenol , melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif.

5. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Khasiat anti-peradangan minyak zaitun mendukung perbaikan kulit, secara tidak langsung bermanfaat bagi kesehatan otak dengan mengurangi peradangan sistemik.




© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.