BANJARMASINPOST.CO.ID - Selama dua hari Lebaran Idulfitri 2025, pelayanan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Banjarbakula tutup.
Meski wali kota mengeluarkan edaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah selama dua hari libur lebaran, petugas kebersihan tetap bekerja.
"Petugas kebersihan selalu bertugas. Hanya pembuangan ke TPS yang tidak dianjurkan selama dua hari lebaran," kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin Marzuki, Selasa.
Kepala DLH Banjarmasin Alive Yoesfah Love menjelaskan anjuran untuk tidak membuang sampah ke TPS selama dua hari lebaran lantaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Banjarbakula tutup.
Setelah buka, DLH Banjarmasin kembali mengirim sampah ke TPA Banjarbakula. "Subuh, petugas kami mulai mengangkut sampah," jelasnya.
Sementara untuk penjagaan juga dilakukan Satpol PP di TPS liar di Jalan Lingkar Dalam Selatan.
Dari pantauan pada Selasa siang, terdapat tiga spanduk bertuliskan "Lokasi Ini Bukanlah TPS".
Tampak pula sisa sampah masih mengotori tepian jalan sekitar 200 meter. Di antaranya beberapa anjing liar mencari makanan.
Tepat di ujung tumpukan sampah terdapat sebuah tenda dengan dua anggota Satpol PP. Prayogo mengatakan mereka berjaga agar warga tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut. "Sebenarnya ini TPS liar, makanya dijaga supaya orang tidak buang sampah di sini" tegasnya.
Penutupan dilakukan sejak sebelum Ramadan. Petugas pun ditempat siang-malam.
Adapun warga yang kedapatan membuang sampah akan mendapat teguran dari petugas. "Untuk saat ini kami melakukan peneguran saja," ujar Prayogo
Sementara itu di tepian Jalan Veteran Banjarmasin di samping Pasar Kuripan penuh dengan tumpukan sampah pada Selasa (1/4) pagi. Padahal kawasan tersebut sempat dibebaskan dari sampah oleh pemerintah kota.
Minimnya pengangkutan dari pemko membuat sampah menumpuk di berbagai lokasi dalam dua bulan terakhir. Ini menyusul penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq per 1 Februari 2025. Bahkan sejumlah lokasi baru muncul seperti di Jalan Veteran dekat Pasar Kuripan.
Di lokasi tersebut, gunungan sampah hampir menyamai tinggi becak yang parkir di dekatnya.
Warga sekitar mengatakan tumpukan sampah diangkut petugas sesekali. “Tidak sampai habis,” kata Anang, tukang becak yang mangkal di areal pasar.
Bahkan sampah memakan badan jalan. Padahal kawasan tersebut padat arus lalu lintas karena berada di antara dua pertigaan. Pemko pun telah memasang plang larangan membuang sampah di lokasi tersebut.
Sebaliknya dengan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Veteran, yang berada di antara perempatan Jalan Gatot Subroto dan pertigaan Jalan Pramuka. Tak terlihat lagi tumpukan sampah yang meluber hingga ke tengah jalan.
TPS masih ditutup rapat. Terlihat gembok serta papan bertuliskan close/tutup. Kayu lapis bertuliskan larangan membuang sampah dipajang di depan TPS. Ini berkaitan dengan imbauan Wali Kota M Yamin kepada warga untuk tidak membuang sampah pada dua hari Idulfitri 1446 Hijriah yakni pada Senin (31/3) hingga Selasa (1/4).
TPS Veteran pun dijaga petugas Satpol PP. "Sementara dua hari ditutup sesuai instruksi Pak Wali Kota untuk tidak ada pembuangan sampah dulu," kata Wahab.
Petugas Satpol PP itu menambahkan warga yang kedapatan membuang sampah akan diberikan teguran dan diminta mengambilnya kembali. "Kami suruh bawa pulang sampahnya," ujar Wahab
Tidak adanya sampah yang meluber ke jalan membuat arus lalu lintas lancar. Tidak membuat macet seperti sebelumnya.
Mengenai tumpukan sampah di dekat Pasar Kuripan, Wahyu mengatakan lokasi tersebut bukan TPS resmi. "Itu bukan TPS. Dulu kami bersihkan. Bahkan oleh wali kota sampai dikasih kamera CCTV. Tapi karena tidak ada TPS barangkali dan warga sudah terbiasa membuang di situ, sampah menumpuk kembali," ujar Wahab. (sai/mel)
.