Belajar dari Tabrakan Hyundai IONIQ 5 N, Pengamat: Jangan Terlena Tenaga Besar
kumparanOTO April 02, 2025 10:40 AM
Kecelakaan fatal antara mobil listrik Hyundai IONIQ 5N dengan truk terjadi di Tol Lingkar Luar Barat, Cengkareng, Jakarta Barat pada Sabtu (29/3) pukul 19.00 WIB.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto mengatakan, insiden tersebut terjadi akibat mobil menabrak truk yang sedang diperbaiki di lajur satu.
“Sesampainya di dekat KM 05.200 wilayah Cengkareng, Jakarta Barat (mobil) menabrak light truck Mitsubishi nopol BN 8963 WO yang berhenti di lajur satu sedang memperbaiki as roda belakang patah,” kata Joko dalam keterangannya, Minggu (30/3/2025).
Akibat tabrakan ini, tiga orang meninggal dunia di tempat. Sedangkan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Menanggapi kejadian tersebut, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengungkapkan, berdasarkan informasi mobil listrik Hyundai IONIQ 5N tersebut dipacu dalam kecepatan tinggi.
Mobil tersebut juga sempat berjalan zig-zag hingga mengambil bahu jalan yang seharusnya untuk kondisi darurat. Akibatnya, mobil listrik berperforma tinggi tersebut menabrak truk yang sedang dalam keadaan darurat.
Perbesar
Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di Jalan Lingkar Luar Barat, RT.04/RW.03, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (29/3/2025) malam. Foto: X/ @humasjakfire
“Berkendara dengan kecepatan tinggi itu mudah, tinggal tekan pedal gas dalem-dalam saja sudah kencang. Dan pasti semakin kencang mobil berlari semakin banyak risiko yang muncul,” kata Sony kepada kumparan akhir pekan kemarin.
“Bila sudah di kecepatan tinggi, mobil tersebut sulit diberhentikan, apalagi mobil listrik yang tenaganya spontan dan torsinya besar. Selain itu daya pandang pengemudi semakin sempit. Bahkan semakin kencang, semakin besar mobil kehilangan keseimbangan,” lanjutnya.
Perbesar
Hyundai IONIQ 5 N yang dipamerkan di GIIAS 2024. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Seperti yang kita semua tahu, kata Sony di jalan raya kecepatan penggunanya tidak selaras. Lalu lintas ramai, tidak semua memiliki grade keterampilan yang sama. Selain itu, penerangan jalan yang minim juga berpengaruh kepada visibilitas pengemudi.
“Itu artinya semakin kencang mobil bergerak semakin besar kemungkinan terjadi tabrakan. Hukum ini tidak hanya berlaku di jalan raya tapi juga di sirkuit, hanya bedanya di sirkuit semuanya sudah disesuaikan dengan tingkat keamanan, itu pun tetap banyak korban jiwa,” tegas Sony.
***
kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 akan digelar pada Selasa, 6 Mei 2025, di MGP Space, SCBD Park.
Mengusung tema “Sinergi Menuju Industri Otomotif Berkelanjutan,” forum diskusi ini menghadirkan para pemangku kepentingan, termasuk pemimpin industri, profesional, dan perwakilan pemerintah, untuk berdiskusi serta berbagi wawasan mengenai masa depan industri otomotif berkelanjutan.