Tahun ini mudik atau melewati Lamongan? Jangan lupa beli dan mencicipi kuliner khasnya, seperti dumbrek dan sego boran yang nikmat.
Di Lamongan ada beberapa makanan khas yang terkenal enak, selain soto ayam Lamongan. Makanan ini pun bisa jadi oleh-oleh bagi keluarga atau kerabat di kota asal.
Pilihannya tak hanya yang manis-manis, tapi juga makanan utama nan gurih hingga camilan segar berupa rujak. Berikut 5 oleh-oleh khas Lamongan:
![]() |
Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan, dan gula. Disebut wingko babat karena banyak dijual dan berasal dari Kecamatan Babat, Lamongan. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat.
Wingko legendaris yang tetap ada hingga saat ini adalah Loe Lan Ing yang berlokasi di Babat, tepatnya di tepi jalan poros nasional Babat. Di Loe Lan Ing ini anda akan bisa menikmati jajanan wingko yang asli Babat.
Untuk mencari wingko Babat di Lamongan pun bukan sesuatu yang susah. Pasalnya, di hampir setiap jalur poros yang ada di Lamongan dan di pusat-pusat keramaian yang ada di Lamongan, wingko ini selalu tersedia. Selain original, wingko Babat kini memiliki berbagai macam rasa seperti rasa coklat, keju, durian, nangka dan kopi.
Dumbrek atau Jumbrek merupakan makanan yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan sirup gula. Dumbrek banyak ditemukan di daerah Pantura Lamongan dan sering dibeli sebagai buah tangan saat mengunjungi Lamongan. Bentuknya kerucut dililit dengan daun siwalan.
Jumbrek sendiri sudah ada sejak dulu sekitar abad 15 hingga 16 masehi yaitu pada waktu itu kerapkali sebagai jamuan tamu dan juga dalam sedekah bumi, jumbrek tidak ketinggalan turut mewarnai. Untuk mencari Dumbrek inipun sangat mudah. Ketika Anda berada di kawasan Pantura Lamongan, ada banyak kios oleh-oleh yang menjual kue ini. Atau jika berkunjung ke WBL atau Mazoola, Anda juga akan mudah menemukannya.
![]() |
Es batil mirip roti yang terbuat dari tepung beras dan ragi. Rasanya mirip kue apem tapi sedikit asam. Batil sebetulnya cukup enak dimakan langsung. Namun biasanya makanan ini dihidangkan dengan cara diris-iris lalu dicampur dengan es dan sirup gula. Minuman ini biasa disebut dawet batil atau es batil.
Dalam satu mangkuk es batil, terdapat aneka macam makanan yang membuat es batil ini mengenyangkan. Isinya mulai dari buah siwalan yang dipotong dadu, kacang hijau, dawet hijau, agar-agar yang diparut, serta tidak lupa batil itu sendiri.
Salah satu es campur khas Lamongan itu dijual di Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren. Es batil Bu Bayanah yang melegenda ini diminati semua kalangan.
![]() |
Sekilas, rujak Paciran mirip rujak ulek dari daerah lain. Buah yang digunakan juga sama dengan rujak daerah lain seperti nanas, bengkuang, pepaya setengah matang, nanas, dan juga kedondong atau mangga muda. Buah-buahan ini dipotong-potong kemudian disajikan di atas daun pisang dan disiram bumbu.
Bumbu untuk bahan rujak Paciran di antaranya garam, terasi, cabai, asam Jawa, gula merah dan tak ketinggalan adalah petis ikan, asli buatan nelayan Lamongan. Gula merah yang digunakan sebagai bumbu dalam rujak paciran ini adalah gula yang berasal dari pohon tal.
Lapak Rujak Paciran ini mudah ditemukan saat kita berada di kawasan Pantura Lamongan, terutama di Kecamatan Paciran.
Sego boran hanya ada di Lamongan. Ciri khasnya memakai siraman bumbu khas hasil racikan rempah-rempah yang membuat nikmat.
Pilihan lauk juga sangat beragam, mulai dari ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu, tempe hingga ikan sili yang lebih mahal bila dibandingkan dengan lauk-lauk lainnya.
Untuk bisa menikmati nasi boran cukup mudah karena penjual makanan yang telah dipatenkan menjadi salah satu dari kuliner khas Lamongan tersebut banyak ditemukan di sekitar kota Lamongan di antaranya sekitar Plaza Lamongan belakang kantor Pemkab Lamongan dan juga di sekitar Jalan Basuki Rahmat Lamongan.
Artikel ini sudah tayang di detikjatim dengan judul