BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mengalami jeda sementara selama masa libur Idulfitri 1446 H. Berdasarkan laporan Posko Angkutan Laut Lebaran 2025 KSOP Kelas I Banjarmasin 2 April 2025, tidak ada kapal penumpang yang beroperasi di pelabuhan tersebut. Kapal baru akan kembali sandar pada 4 April 2025.
Kasubag Umum dan Humas KSOP Kelas I Banjarmasin, Deni Hendra Mulyadi, menjelaskan bahwa kondisi terminal penumpang saat ini tetap terkendali meski tidak ada aktivitas kedatangan maupun keberangkatan kapal.
“Situasi ruang tunggu terminal berjalan tertib dan aman. Tidak terdapat kerumunan penumpang yang berlebihan, begitu juga dengan kondisi dermaga yang masih diisi dengan aktivitas bongkar muat barang secara normal,” ujarnya, Rabu (2/4/2025).
Laporan Posko KSOP juga mencatat bahwa arus penumpang tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode Lebaran 2024.
Tercatat jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Trisakti pada Lebaran 2025 mencapai 2.339 orang, turun 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.516 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang yang naik mencapai 11.418 orang, mengalami penurunan 12?ri tahun lalu yang mencapai 13.101 orang.
Di sisi lain, jumlah kendaraan yang turun justru meningkat 7?ri tahun lalu, mencapai 1.050 unit dibandingkan 981 unit pada Lebaran 2024. Sedangkan jumlah kendaraan yang naik mengalami kenaikan lebih signifikan sebesar 15%, dari 2.480 unit pada 2024 menjadi 2.859 unit pada 2025.
Direct Manager Perencanaan dan Pengendalian Terminal Penumpang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Syahrial Murjani, menambahkan bahwa operasional kapal penumpang akan kembali normal setelah libur Lebaran.
“Kapal akan kembali sandar di Pelabuhan Trisakti pada 4 April 2025, menandai dimulainya kembali aktivitas penyeberangan setelah masa libur Idulfitri,” jelasnya saat dihubungi.
Meskipun arus mudik dan balik Lebaran tahun ini lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya, KSOP Banjarmasin tetap menyiagakan petugas untuk memastikan kelancaran operasional di pelabuhan.
Selain itu, buffer area terminal seluas 4.270 meter persegi dengan kapasitas 80 kendaraan juga dalam kondisi mencukupi, tanpa antrean atau kemacetan yang berarti.
(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)