Apa Kabar Bendungan Tapin
Hari Widodo April 03, 2025 08:31 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - DI saat kebanyakan kaum muslim masih merayakan kemenangan pada hari kedua Idulfitri 1446 Hijriah, Selasa (1/4/2025), sejumlah warga pada dua kabupaten di Kalimantan Selatan, mendapatkan ujian lainnya.

Ratusan bahkan mungkin ribuan warga pada beberapa kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Tapin, kembali terdampak banjir.

Di HSS, sedikitnya empat RT tergenang oleh luapan dari Sungai Amandit. Masing-masing RT 2, 5, 6 dan 7, yang semua berada di bantaran sungai. Selain di Kelurahan Kandangan Barat, Kecamatan Kandangan tersebut, banjir sempat berpotensi terjadi di Kecamatan Loksado. Beruntung saat petang debit air terus menyusut.

Kondisi lebih parah dialami masyarakat di Kabupaten Tapin. Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, menyebabkan banjir pada beberapa kawasan permukiman warga. Satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Desa Sawang di Kecamatan Tapin Selatan.

Ketinggian air di titik terendah mencapai sepinggang orang dewasa. Banjir merendam tiga RT di desa tersebut. Dan berdasar data sementara, sekitar 48 kepala keluarga yang terdampak.

Di sisi lain, air juga sempat merendam Kompleks Labuhan Permai, Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara. Dari beberapa video beredar, suasana perumahan tampak sepi. Entah orang rumah mengungsi atau bertahan di dalam.

Kendati berlangsung beberapa jam kemudian air menuju wilayah yang lebih rendah, tapi kondisi ini menerbitkan kekhawatiran. Terutama bagi yang bermukim di dekat Sungai Tapin.

Pertanyaannya, apakah kondisi ini akan dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya pencegahan atau langkah meminimalisasinya?

Pemerintah Kabupaten HSS telah menyampaikan mereka akan lakukan normalisasi Sungai Amandit untuk mencegah banjir dan menghindarkan sawah dari terendam. Pengerukan Sungai Amandit disebut-sebut akan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. Cuma waktunya kapan, belum ada informasi lebih jauh.

Ada pun Pemerintah Kabupaten Tapin, sejauh ini belum ada rencana serupa. Setidaknya belum diekspos. Tapi kabupaten berjulukan Bumi Ruhui Rahayu ini punya aset yang belum termanfaatkan secara optimal.

Ya, Bendungan Tapin. Bendungan ini terletak di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani. Mengutip informasi dari situs web  djkn.kemenkeu.go.id, bendungan dibangun oleh Kementerian PUPR mulai tahun 2015 dan menelan dana APBN sebesar Rp 986 triliun. Rampung pada 2020 tapi baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada18 Februari 2021.

Diklaim, Bendungan Tapin memiliki kapasitas 56,77 juta meter kubik. Selain memberikan manfaat untuk program pengairan lahan pertanian setempat seluas 5.472 hektare juga diharapkan dapat mengendalikan banjir di Kabupaten Tapin. Disebutkan, mampu reduksi banjir 107 m3/detik.

Nah, yang jadi pertanyaan, apakah selama ini banjir yang melanda Tapin termasuk kategori yang tak mampu diatasi bendungan tersebut? Atau ada yang salah dalam pengelolaan atau pemanfaatannya? Ada kah cara lain agar banjir tak lagi menghantui warga?

Ini yang harus cepat dijawab oleh kepada daerah baru Tapin, H Yamani dan H Juanda. Keduanya orang pintar dalam politik, pemerintahan dan dunia usaha. Mereka punya akses ke pemerintah pusat dan pengusaha ternama yang bisa bantu atasi persoalan ini. Syukur- syukur bisa dicantolkan dalam program 100 hari kerja mereka. (*)

 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.