TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Sudah seakan menjadi tradisi yang dinantikan setiap tahun bagi masyarakat Natuna, untuk mengunjungi Pulau Setanau saat Lebaran tiba.
Setiap tahunnya, ratusan warga dari berbagai daerah, terutama yang tinggal di Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat, menyambangi pulau kecil ini untuk mengisi Hari Raya Idul Fitri.
Pulau Setanau, yang terletak di Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, tepatnya di depan Desa Sabang Mawang, selalu menjadi tujuan utama bagi warga setempat.
Puncak keramaian biasanya terjadi mulai hari kedua Lebaran hingga beberapa hari setelahnya.
Suasana pantai yang indah dan air laut yang jernih memikat pengunjung untuk berlama-lama di Pulau Setanau ini.
Sejak hari kedua Lebaran, ratusan pengunjung mulai memadati Pulau Setanau. Mereka datang untuk menikmati suasana pantai dengan hamparan pasir putih dan pepohonan kelapa yang menjadi ciri khas pulau ini.
Selain itu, aktivitas seperti berenang, bermain bola pantai, serta berkemah dan piknik bersama keluarga dan kerabat juga semakin menambah semarak momen Lebaran.
"Pulau Setanau memang sudah menjadi rutinitas atau tradisi tahunan masyarakat lokal. Setiap kali Lebaran, terutama di hari kedua dan ketiga, warga datang ramai-ramai sebatas bersantai atau bermain air," ujar Deni warga Desa Sabang Mawang kepada tribunbatam.id Kamis (3/4/2025).
Menurutnya, pulau ini memang selalu ramai di setiap Lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.
"Terutama kaum muda mudi yang lebih mendominasi, yang datang untuk refreshing, berenang, atau hanya sekadar menikmati suasana pantai," tambahnya.
Deni menyebut, beberapa tahun lalu pulau ini sempat menjadi lokasi event hiburan saat Lebaran. Namun, kegiatan tersebut tidak lagi digelar akibat beberapa insiden kerusuhan.
"Tapi walaupun tidak ada acara warga masih ramai datang kesini, karena Pulau Setanau suasananya sangat cocok untuk liburan, terkhusus bagi kami warga Pulau Tiga karena mudah di jangkau," ucapnya.
Mengunjungi Pulau Setanau bagi masyarakat sekitar sudah menjadi rutinitas yang tak boleh dilewatkan saat lebaran tiba.
"Keramaian di Pulau Setanau saat lebaran ini memang sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu sampai sekarang," ungkap Deni.
Dari kota Ranai, Pulau Setanau ini dapat dijangkau dengan mudah. Perjalanan menuju pulau ini memakan waktu sekitar 90 menit menuju Pelabuhan Selat Lampa, lalu dilanjutkan dengan perjalanan 15 menit menggunakan ojek pompong atau kapal nelayan kecil.
Keindahan pulau ini memang menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan lokal yang ingin merasakan kedamaian dan keindahan alam yang belum banyak terjamah.
Aktivitas seperti diving dan snorkeling juga sangat dianjurkan bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan bawah laut Pulau Setanau.
Kejernihan air laut dan terumbu karang yang masih terjaga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang gemar menjelajah dunia bawah laut.
Pantai berpasir putih di tepi Pulau Setanau, dengan pohon kelapa yang rindang, menambah daya tarik pulau ini sebagai destinasi liburan.
Banyak pengunjung yang memilih untuk berenang, bermain pasir, atau hanya sekadar menikmati pemandangan yang menenangkan.
"Lebaran ketiga kemarin luar biasa ramainya dibandingkan dengan hari kedua. Kami datang menggunakan pompong pribadi, bawa anak-anak mandi air laut dan bermain pasir. Selain itu, ramainya pengunjung membuat suasana semakin seru dan semarak," ujar Gunawan, salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya.
Bagi masyarakat Pulau Tiga dan sekitarnya, berkunjung ke Pulau Setanau saat Lebaran telah menjadi rutinitas yang tak terlewatkan setiap tahun.
Keindahan alamnya yang memukau tetap menarik banyak pengunjung, baik dari Pulau Tiga maupun daerah lainnya.
Liburan Lebaran di pulau ini telah menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat setempat, yang akan terus dilestarikan oleh generasi mendatang. (Brf).