Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan, Polri Siap Amankan Arus Balik Lebaran 2025
Visi News April 03, 2025 05:34 PM

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memprediksi bahwa puncak arus balik Lebaran 2025 akan terjadi pada 5 hingga 6 April mendatang. Oleh karena itu, Polri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis bersama berbagai pihak untuk mengelola lalu lintas secara efektif.

“Arus balik yang rencana prediksinya itu tanggal 5 atau 6, tentunya kita harus melakukan langkah-langkah strategis dengan semua stakeholder kaitannya dengan tata kelola rekayasa lalu lintas,” ujar Agus, Rabu (2/4/2025).

Agus menjelaskan bahwa beberapa skema rekayasa lalu lintas akan diterapkan guna mengantisipasi kemacetan. Salah satu langkahnya adalah sistem contraflow yang rencananya diterapkan dari KM 70 hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek. Jika kepadatan kendaraan meningkat, maka penerapan contraflow akan diperpanjang hingga KM 36.

Selain itu, mulai 3 April, sistem one way lokal juga akan diberlakukan. Tahap pertama akan dimulai dari KM 188 Tol Palimanan hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Jika arus balik masih padat pada 4 April, maka skema one way tahap kedua akan diperpanjang dari KM 246 hingga KM 188. Bahkan, pada 5 April, jika lalu lintas masih mengalami lonjakan signifikan, one way bisa diperluas hingga KM 414.

Agus menambahkan bahwa pada 6 April, skema one way nasional akan resmi dihentikan oleh Kapolri dan Menteri Perhubungan.

Untuk memastikan kelancaran arus balik, Polri akan menambah jumlah personel di lapangan, terutama di titik-titik rawan kemacetan seperti KM 37 hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek serta di beberapa rest area.

“Kami juga akan mempersiapkan beberapa penebalan-penebalan anggota, khususnya yang berada di kilometer 37 hingga 70, termasuk di rest area, baik dari anggota Sabara, termasuk juga fungsi-fungsi lalu lintas, khususnya tim urai. Jadi, akan kami pertebal di tol Cikampek hingga Palimanan,” imbuhnya.

Selain itu, Polri juga akan mengoptimalkan pengaturan di tol fungsional yang digunakan saat arus balik. Salah satu langkahnya adalah pengalihan kendaraan dari Bandung melalui tol fungsional Sadang hingga KM 34, sehingga beban lalu lintas di Cikampek dapat dikurangi.

“Sehingga pertemuan crossing dari arus balik Trans Jawa ke Jakarta yang dari Bandung ketemu di Cikampek, ini sudah kita eliminir sehingga beban di Cikampek bisa kita kurangi,” tutup Agus. 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.