TRIBUNNEWS.COM, Subang - Seorang pelaku pencurian ayam, berinisial T (37), tewas mengenaskan setelah dihakimi oleh warga di Desa Rancamanggung, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat.
Peristiwa tragis ini terjadi, pada Selasa (1/4/2025) malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Tewasnya pelaku berawal saat T terpergok mencuri ayam di kandang milik sebuah perusahaan ternak.
Menurut keterangan Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, pelaku ditangkap oleh dua warga, YS dan INA, yang kemudian meneriaki "maling" sehingga memicu kerumunan warga.
"Korban dikejar dan ditangkap, kemudian dipukuli. Setelah itu, ia diseret sejauh 500 meter menuju kantor desa," jelas Kapolres dalam konferensi pers, Kamis (3/2025).
Setibanya di kantor Desa Gandasoli, T diperlakukan secara brutal.
Ia ditelanjangi dan dipukuli menggunakan balok kayu dan bambu.
Selain itu, pelaku juga ditembak pada betisnya menggunakan senapan angin sebanyak tiga kali.
"Setelah korban meninggal, ia ditinggalkan di lokasi," tambah Kapolres.
Polisi dari Satreskrim Polres Subang yang tiba di lokasi menemukan T sudah tidak bernyawa.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi.
Hasil autopsi menunjukkan bahwa T mengalami luka parah akibat benda tumpul di kepala dan pendarahan di otak.
Dalam waktu dua jam, polisi berhasil mengamankan delapan orang yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Mereka adalah GM (33), YS (26), INA (21), AR (22), NBP (25), NR (24), K (27), dan TS (24), semuanya merupakan warga setempat.
Kedelapan tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Subang dan terancam dikenakan Pasal 170 ayat 2 dan 3 KUHP Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa balok kayu, bambu, senapan angin kaliber 4,5 mm, dan pakaian korban.
Kapolres Ariek Indra Sentanu berharap kejadian main hakim sendiri seperti ini tidak terulang di Subang.
"Ingat, ini negara hukum. Siapapun yang main hakim sendiri dan menghilangkan nyawa orang lain akan kami tindak tegas," tegasnya.
(TribunCirebon.com/Ahya Nurdin)
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).