Fotografer Abadikan Burung Hantu Salju Berbulu Jingga Bingungkan Ilmuwan
GH News April 04, 2025 01:04 PM

Seorang fotografer satwa liar, Julie Maggert, berhasil mengabadikan momen langka seekor burung hantu salju dengan bulu berwarna jingga yang tak biasa. Penampakan unik ini terjadi di Huron County, Michigan, AS setelah Maggert melakukan empat perjalanan sejauh 1.448 kilometer dan menghabiskan waktu berhari-hari untuk melacak burung tersebut.

"Adrenalin saya terpacu, saya sangat gembira!" ungkap Maggert kepada The New York Times saat akhirnya berhasil memotret burung hantu tersebut.

Namun, keberhasilannya tak luput dari kontroversi. Beberapa pihak menuduh foto itu palsu dan dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

"Foto-foto ini tidak dibuat dengan AI atau ditingkatkan warnanya," tegas Maggert kepada PetaPixel. "Hanya ada pengeditan sederhana."

Ia menceritakan perjuangannya, termasuk menghabiskan lebih dari 28 jam di dalam mobil dengan teropong untuk mencari burung tersebut.

Dua hari pertama, ia bahkan pulang dengan tangan kosong dan rasa kecewa.
Dukungan suaminya menjadi kunci di balik kesuksesan ini.

"Saya harus berterima kasih kepada suami saya yang selalu mendukung," katanya. "Ia membantu membawa peralatan kamera, menyetir, atau sekadar memberi semangat. Kami telah menjalani banyak petualangan tak terlupakan bersama karena kecintaan saya pada fotografi."

Burung hantu salju dengan bulu berwarna jingga di Michigan.

Misteri Bulu Jingga Burung Hantu

Warna jingga pada burung hantu ini memicu berbagai spekulasi. Awalnya, ada dugaan bahwa itu adalah mutasi genetik, tetapi para ahli burung menepis teori tersebut.

Sejarah mencatat bahwa sebelum ada GPS, peneliti burung hantu salju kerap menggunakan cat semprot untuk melacak pola migrasi, sehingga muncul teori bahwa burung yang dijuluki "Creamsicle" atau "Rusty" ini mungkin terkena pewarna.

Dr. Scott Weidensaul dari Project SNOWstorm mengusulkan penjelasan lain. "Yang paling masuk akal adalah cairan antibeku di bandara, karena beberapa formula berwarna merah jingga," ujarnya kepada The Times.

Maggert juga menyebut kemungkinan warna itu berasal dari pelepas es atau cat pesawat. "Apa pun itu, burung ini adalah keajaiban sekali seumur hidup dan tampak sehat," tambahnya kepada PetaPixel.

Departemen Sumber Daya Alam Michigan menyatakan burung tersebut dalam kondisi sehat dan tidak berencana menangkapnya. Dengan demikian, misteri asal-usul warna bulu jingga ini kemungkinan akan tetap menjadi tanda tanya.

Bagi Maggert, momen ini tak hanya soal foto, tetapi juga petualangan yang memperkaya kecintaannya pada dunia fotografi.




© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.