Imbas Kebijakan Tarif Impor Baru Donald Trump, Harga iPhone di AS Bisa Melonjak
Sanusi April 04, 2025 01:32 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kebijakan tarif impor terbaru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat menyebabkan harga iPhone di AS naik drastis.

Berdasarkan proyeksi dari Rosenblatt Securities, harga model iPhone paling mahal bisa menembus angka 2.300 dolar AS atau sekitar Rp 38,4 juta jika Apple memutuskan untuk membebankan biaya tarif impor ini kepada konsumen.

Sebagaimana diketahui, kebijakan tarif impor terbaru ini menetapkan tarif dasar sebesar 10 persen pada seluruh barang impor.

Selain itu, ada juga bea masuk yang lebih tinggi untuk beberapa negara mitra dagang utama AS.

Salah satu negara yang paling terpengaruh adalah China, yang dikenakan tarif impor hingga 54 persen.

Sebagian besar iPhone masih diproduksi di China, sehingga tarif impor ini akan berpengaruh langsung pada harga jual iPhone di AS.

Jika Apple memutuskan untuk membebankan biaya tambahan dari tarif impor ini kepada konsumen, harga iPhone bisa mengalami kenaikan.

Sebagai contoh, iPhone 16 saat ini dijual di AS sebesar 799 dolar AS (sekitar Rp 13,3 juta).

Setelah kebijakan tarif impor terbaru, harga iPhone tersebut bisa melonjak 43 persen menjadi 1.142 dolar AS (sekitar Rp 19,1 juta).

Begitu pula dengan iPhone 16 Pro Max yang saat ini dihargai 1.599 dolar AS (sekitar Rp 26,7 juta), yang bisa meningkat tajam hingga hampir 2.300 dolar AS (sekitar Rp 38,4 juta).

iPhone 16e, yang baru diluncurkan pada Februari lalu, dibanderol 599 dolar AS (sekitar Rp 10 juta). Dengan biaya tambahan sebesar 43 persen, harganya dapat naik menjadi 856 dolar AS (sekitar Rp 14,2 juta).

Meski demikian, menurut analis ekuitas di CFRA Research, Angelo Zino, Apple akan kesulitan untuk langsung membebankan 5 hingga 10 persen biaya tambahan ini kepada konsumen.

"Kami memperkirakan Apple akan menunda kenaikan harga ponsel secara besar-besaran hingga musim gugur ini, saat iPhone 17 akan diluncurkan, karena biasanya begitulah cara Apple menangani kenaikan harga," katanya dikutip dari Reuters pada Jumat (4/3/2025).

Walaupun sebagian produksi iPhone telah dipindahkan ke Vietnam dan India, sebagian besar masih diproduksi di China.

Vietnam dan India pun tak luput dari tarif impor terbaru Donald Trump, di mana masing-masing negara dikenakan, tarif 46 persen dan 26 persen.

Menurut salah satu pendiri Counterpoint Research, Neil Shah, Apple perlu menaikkan harga iPhone setidaknya 30 persen untuk mengimbangi kebijakan tarif impor masuk terbaru ini.  

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.