BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Arus balik Lebaran Idulfitri 1446 H kembali diwarnai keluhan pemudik terkait kondisi jalan nasional yang rusak dan berlubang di ruas Margasari-Balimau, tepatnya di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (5/4/2025).
Pantauan di lapangan, sejumlah titik di jalan nasional tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Selain jalan yang berlubang, genangan air akibat luapan sungai memperparah kondisi sehingga membahayakan pengendara, khususnya roda dua.
Akses dari arah Margasari menuju Balimau awalnya terlihat mulus. Namun memasuki wilayah Desa Sungai Rutas, jalan yang belum tersentuh perbaikan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional mulai menunjukkan kerusakannya.
Permukaan jalan yang tergenang air memaksa pengendara melintas perlahan bahkan harus bergantian karena sebagian ruas tertutup banjir.
Relawan dari warga setempat terlihat aktif membantu mengatur lalu lintas. Bahkan ibu-ibu dan pemuda tampak berjaga mengarahkan kendaraan agar tidak terperosok ke lubang atau terjatuh akibat jalan licin.
“Hari ini tidak sedikit jalan yang berlubang dan tergenang,” ujar Mahmudah, salah satu pemudik asal Desa Tambangan, Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan yang sedang dalam perjalanan kembali ke Banjarmasin.
Ia juga menambahkan bahwa sepanjang jalur dari Balimau hingga Tapin terdapat sedikitnya tiga titik jalan yang mengalami kondisi serupa—berlubang dan tergenang air.
Bahkan saat mudik sebelumnya, kerusakan tersebut sudah mulai terlihat, namun kini kondisinya semakin parah.
Warga berharap pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional segera mengambil tindakan. Pasalnya, ruas ini merupakan jalan nasional yang menjadi jalur vital penghubung antar kabupaten di Kalimantan Selatan, khususnya antara Tapin, Hulu Sungai Selatan, hingga pemudik Tabalong.
“Jalan ini jalan negara, tapi rusaknya luar biasa. Sudah ada empat pengendara sepeda motor yang terjatuh. Kami hanya bisa menjaga agar pengendara tidak celaka, padahal itu bukan tugas kami sebagai warga,” keluh seorang warga Sungai Rutas yang turut membantu mengatur arus lalu lintas.
Kondisi ini menjadi sorotan serius di tengah meningkatnya arus kendaraan selama masa arus balik Lebaran. Masyarakat berharap ada tindakan cepat dari pemerintah untuk melakukan perbaikan, pelebaran, dan pemeliharaan rutin terhadap infrastruktur jalan nasional di wilayah Kalimantan Selatan. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)