Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 122 123, Kurikulum Merdeka: Kecenderungan Jari-Jari Atom
Ni Ketut Dewi Febrayani April 06, 2025 05:37 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berikut kunci Jawaban dan pembahasan soal mapel IPA kelas 11 SMA halaman 122 123 Kurikulum Merdeka.

Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 122

Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 123

Artikel ini akan memudahkanmu dalam mengerjakan soal-soal IPA.

Mengerjakan soal IPA SMA tak sulit lagi dengan ulasan ini.

Berikut kunci jawabannya yang berhasil dirangkum TribunBali.com dari berbagai sumber.

Pada bagian ini, membahas tentang materi Kecenderungan Jari-Jari Atom

Kunci Jawaban IPA Kelas 10

Simak kunci jawaban selengkapnya di sini.

Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 122 123

Soal Halaman 123

Ayo Cek Pemahaman

Soal

1) Jelaskan bagaimana kecenderungan jari-jari atom pada unsur-unsur dalam satu golongan dengan bertambahnya nomor atom.

2) Jelaskan bagaimana kecenderungan jari-jari atom pada unsur-unsur dalam satu periode dengan bertambahnya nomor atom.

3) Jelaskan kecenderungan jari-jari atom logam transisi pada periode ke-4 dan ke-5.

4) Prediksilah kecenderungan jari-jari atom logam transisi pada periode ke-6.

Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 123

1. Kecenderungan jari-jari atom pada unsur-unsur dalam satu golongan Kecenderungan jari-jari atom pada unsur-unsur dalam satu golongan adalah makin besar karena bertambahnya kulit atom. Bertambahnya kulit atom berarti juga bertambahnya nomor atom. Kulit atom yang lebih banyak akan menambah panjang jarak antar inti atom terhadap elektron valensi.

2. Kecenderungan jari-jari atom pada unsur-unsur dalam satu periode

Kecenderungan jari-jari atom pada unsur-unsur dalam satu periode akan makin kecil karena bertambahnya nomor atom. Alasan untuk hal ini adalah meskipun jumlah kulit atomnya sama namun bertambahnya nomor atom menunjukkan jumlah proton juga bertambah. Proton bermuatan positif dan terdapat dalam inti atom. Gaya tarik menarik inti atom terhadap elektron valensi yang bermuatan negatif menjadi lebih kuat sehingga jari-jari atom menjadi lebih pendek.

3. Kecenderungan jari-jari atom logam transisi pada:

a. Periode ke-4:

Dari nomor atom 21 ke nomor atom 28 cenderung sedikit memendek kemudian naik sedikit pada nomor atom 29 dan 30 karena efek perisai. Efek ini disebabkan adanya gaya tolak-menolak elektron yang berada pada kulit yang lebih dekat ke inti atom. Gaya tolak ini menyebabkan muatan positif inti berkurang. Hal ini akan menghalangi gaya tarik inti atom itu terhadap elektron di kulit terluar.

b. Periode ke-5:

Dari nomor atom 39 ke nomor atom 44 cenderung sedikit memendek kemudian naik perlahan pada nomor atom 45 hingga 48 karena efek perisai. Efek ini disebabkan adanya gaya tolak menolak elektron yang berada pada kulit yang lebih dekat ke inti atom. Gaya tolak ini menyebabkan muatan positif inti berkurang. Hal ini akan menghalangi gaya tarik inti atom itu terhadap elektron di kulit terluar.

4. Periode ke-6

Pada periode ke-6 kecenderungan kenaikan jari – jarinya yaitu meningkat dari kanan ke kiri.

Pada unsur – unsur periode 5 dan periode 6 menunjukan kemiripan kimiawi yang sangat erat dalam golongannya. Kemiripan tersebut sebagian besar disebabkan oleh orbital – orbital 4f dalam unsurnya yang terletak diantara kedua baris tersebut. Elektron – elektron dalam orbital – orbital tersebut memerisai kurang baik terhadap elektron – elektron dalam orbital-orbital 6s dan juga 5d bagian luar. Dengan muatan inti yang lebih besar, kovalen, radius atom, serta ionik dari unsur – unsur transisi periode 6 direduksi hingga hampir sama dengan unsur – unsur pada periode 5. Hal tersebut dikenal sebagai kontraksi lantanoida.

Apabila diperhatikan lebih lanjut, jari – jari ion dari logam – logam yang terdapat pada golongan 2 meningkat dari atas ke bawah dalam golongan, sedangkan ion-ion niobium dan tantalum memiliki radius yang mirip. Kemiripan dalam radius inilah yang menghasilkan kemiripan sifat antara anggota – anggota golongan pada periode 5 dan periode 6. Sedangkan dalam satu periode dalam periode 5 dan periode 6 kecenderungan kenaikan jari-jarinya yaitu meningkat dari kanan ke kiri.

Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 123

Uji Pemahaman

A. Pilihlah satu jawaban yang benar.

 1. Kadar nitrogen dalam pupuk urea CO(NH2)2 sebesar .... (Ar N = 14, C = 12, O = 16, H = 1)

A. 23,3 persen

B. 46,6%

C. 50%

D. 83,6% 

E. 93,3%

Kunci jawaban:

 % N dalam CO(NH2)2 = (2 x Ar N)/(Mr CO(NH2)2) x 100% 

= (4 x 14)/(12+16+(2x14)+(4x1) x 100%

= 56/60 x 100% = 93,3% (E)

2. Zat penyedap masakan MSG merupakan senyawa yang mengandung nitrogen dengan kadar 9?rat. Jika massa molar MSG = 155 gram/mol, jumlah atom nitrogen dalam setiap molekul MSG adalah ....

 A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

 E. 5

Kunci jawaban:

% N = (x . Ar N)/Mr MSG x 100%

9 = (x . 14)/155 x 100%

 x = 13,95/1400 = 0,996 ~ 1

Jadi, jumlah atom N adalah 1 (A).

3. Unsur Fe dapat membentuk oksida yang mengandung oksigen 28% massa oksigen. Jika massa atom relatif Fe = 56 dan O = 16, rumus empiris oksida tersebut adalah ....

 A. FeO

B. Fe3O4

C. Fe2O

D. Fe2O3

E. FeO2

Kunci jawaban:

? = 100% - 28% = 72%

Perbandingan molekul = mol Fe : mol O

 = (?/Ar Fe) : (% O/Ar O)

= (72/56) : (28/16)

= 1,2857 : 1,75

~ 2 : 3

 Jadi, kemungkinan rumus empiris adalah Fe2O3 (D)

4. Di dalam 15,2 gram senyawa oksida kromium terdapat 10,4 gram kromium. Jika Ar Cr = 52 dan O = 16, rumus empiris oksida kromium tersebut adalah ....

 A. CrO

B. CrO2

C. Cr2O

D. Cr2O3

E. Cr3O4

Kunci jawaban:

 Diketahui: CrxOy = 15,2 gram

Cr = 10,4 gram

 O = 15,2 - 10,4 = 4,8 gram

Perbandingan molekul = Mol Cr : Mol O

= gr/ArCr : gr/ArO

= 10,4/52 : 4,8/16

 = 0,2 : 0,3 = 2 : 3

Jadi, rumus empiris adalah Cr2O3 (D)

5. Jika diketahui hemoglobin (Mr = 68.000) mengandung 0,33% massa besi, maka jumlah atom Fe (Ar = 56) dalam molekul hemoglobin adalah ....

A. 3

B. 4

C. 5

D. 6

E. 7

Kunci jawaban:

Perlu diketahui, penyusun hemoglobin adalah C, H, O, N, S, dan Fe.

 Mr hemoglobin = Mrh = 68.000

Persentase kadar Fe = 0,33%

Ar Fe = 56

? = (jumlah atom Fe x Ar Fe)/Mrh x 100%

0,33 = (n x 56)/680

n = (0,33 x 680)/56 = 4,007 ~ 4 (B)

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas.

1. Suatu senyawa mengandung 23,3% unsur Co; 25,3% unsur Mo; dan 51,4% unsur Cl. Tentukan rumus empiris senyawa tersebut.

Kunci jawaban:

Cari masing-masing Ar Co, Mo, dan Cl, yaitu Co = 58,9, Mo = 95,9, Cl = 35,5.

Hukum perbandingan tetap Proust:

Co : Mo : Cl = (23,3/58,9) : (25,3/95,9) : (51,4/35,5)

Co : Mo : Cl = 0,395 : 0,263 : 1,447

Rumus empiris Co : Mo : Cl = 3 : 2 : 1 = (Co3Mo2Cl)n

 2. Suatu senyawa mengandung natrium 9,2%; belerang 12,8%; dan oksigen 9,6%. Jika Ar Na = 23, S = 32, dan O = 16, tentukan rumus kimia dari senyawa tersebut.

Kunci jawaban:

 Na : S : O = 9,2/23 : 12,8/32 : 9,6/16

Na : S : O = 0,4 : 0,4 : 0,6

Na : S : O = 2 : 2 : 3

Rumus empiris/senyawa kimia = Na2S2O3 (natrium tiosulfat)

3. Hidrokarbon (CxHy) yang volumenya 10 cm3 dibakar sempurna dan memerlukan 20 cm3 gas oksigen. Reaksi tersebut menghasilkan 10 cm3 gas karbon dioksida. Jika semua gas diukur pada suhu dan tekanan yang sama, tentukan rumus molekul senyawa hidrokarbon tersebut.

Kunci jawaban:

CxHy + 2O2 --> CO2 + 2H2O

Ruas kiri, jumlah O = 4 (2O2)

Ruas kanan disamakan dengan ruas kiri, dikalikan 2 --> 2H2O

Jadi, dari Cx, x = 1 dan dari Hy, y = 4 jadi CxHy = CH4

Disclaimer: 

Itu dia kunci jawaban dan soal ulasan IPA kelas 10.

Pembahasan dan kunci jawaban ini hanya digunakan sebagai panduan belajar siswa.

Siswa diharapkan untuk mengerjakan soal terlebih dahulu secara mandiri. 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.