Mikrobiota Usus dan Epigenetika dalam Personalized Medicine
GH News April 06, 2025 10:04 AM

TIMESINDONESIA, JAKARTA – >Abstrak

Pengobatan yang dipersonalisasi (personalized medicine) menyesuaikan terapi berdasarkan faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup individu. Epigenetika menjembatani pengaruh eksternal dengan ekspresi gen, sementara mikrobiota usus mengatur lingkungan seluler. Disbiosis menyebabkan peradangan kronis dan penuaan, sehingga strategi yang berfokus pada mikrobiota menjadi krusial untuk perawatan pasien yang optimal. Artikel ini menyoroti peran penting mikrobiota usus dan mekanisme epigenetik dalam praktik farmasi yang dipersonalisasi.

Pendahuluan

Pengobatan yang dipersonalisasi didefinisikan sebagai pendekatan terapi yang disesuaikan dengan karakteristik genetik, lingkungan, dan gaya hidup pasien (National Research Council, 2011). Meskipun pengobatan modern saat ini memanfaatkan data biologis seperti genomik dan proteomik, akar filosofis pendekatan ini sudah terlihat sejak praktik di Officina Profumo-Farmaceutica di Santa Maria Novella pada abad ke-13.

Paradigma ini berkembang melalui ilmu epigenetika, yang mengeksplorasi bagaimana faktor lingkungan mengatur ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA. Penemuan terbaru menunjukkan bahwa mikrobiota usus berperan penting dalam membentuk lingkungan seluler, mempengaruhi pola epigenetik, dan menentukan hasil terapi.

Epigenetika: Menjembatani Lingkungan dan Ekspresi Gen

Epigenetika mengacu pada perubahan ekspresi gen yang dapat diwariskan tanpa perubahan pada urutan DNA itu sendiri. Mekanisme utama termasuk metilasi DNA, modifikasi histon, dan RNA non-koding (Feil & Fraga, 2012). Faktor lingkungan seperti nutrisi, aktivitas fisik, stres, dan paparan polutan dapat mempengaruhi modifikasi epigenetik ini. Lingkungan seluler—yang terdiri dari nutrisi, toksin, dan molekul sinyal—memainkan peran penting dalam regulasi gen (Feil & Fraga, 2012).

Mikrobiota Usus sebagai Regulator Utama Pola Epigenetik

Mikrobiota usus sangat mempengaruhi lingkungan seluler dengan menghasilkan metabolit seperti asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids/SCFAs), antioksidan, dan senyawa antiinflamasi (Li et al., 2017). Dalam kondisi eubiosis, metabolit ini mendukung homeostasis dan mengatur fungsi imun.

Disbiosis mengganggu integritas usus, memungkinkan produk mikroba seperti lipopolisakarida (LPS) memasuki sirkulasi sistemik dan memicu peradangan tingkat rendah kronis, yang menjadi pendorong penuaan inflamasi (*inflammaging*) dan penyakit kronis (Franceschi et al., 2018).

Implikasi untuk Praktik Farmasi Klinis

Farmasi klinis modern menekankan perawatan berbasis pasien, pemilihan terapi berbasis bukti, pemantauan efek samping, dan optimalisasi hasil pengobatan. Apoteker harus mengintegrasikan pengetahuan tentang mikrobiota usus dan konteks lingkungannya ke dalam perencanaan terapi. Modulasi mikrobiota usus dapat meningkatkan efektivitas dan profil keamanan berbagai terapi (Derosa, Maffioli, & Sahebkar, 2020), menjadikan modulasi mikrobiota sebagai pelengkap penting dalam farmakoterapi.

Gambar

Gambar 1. Mikrobiota Usus dan Epigenetika dalam Personalized Medicine.

Mikrobiota-Usus.jpg

Referensi

Derosa, G., Maffioli, P., & Sahebkar, A. (2020). The role of probiotics in the modulation of gut microbiota in patients with metabolic disorders. Nutrients, 12(2), 361. https://doi.org/10.3390/nu12020361

Feil, R., & Fraga, M. F. (2012). Epigenetics and the environment: Emerging patterns and implications. Nature Reviews Genetics, 13(2), 97–109. https://doi.org/10.1038/nrg3142

Franceschi, C., Garagnani, P., Parini, P., Giuliani, C., & Santoro, A. (2018). Inflammaging: A new immune–metabolic viewpoint for age-related diseases. Nature Reviews Endocrinology, 14(10), 576–590. https://doi.org/10.1038/s41574-018-0059-4

Li, J., Jia, H., Cai, X., et al. (2017). An integrated catalog of reference genes in the human gut microbiome. Nature Biotechnology, 35(8), 833–839. https://doi.org/10.1038/nbt.3893

National Research Council. (2011). Toward precision medicine: Building a knowledge network for biomedical research and a new taxonomy of disease. The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/13284

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.