TRIBUNNEWS.COM - Tuntutan Rusia kepada Ukraina dalam negosiasi perdamaian yang digelar di Istanbul pada 16-17 Mei 2025 mulai terungkap.
Meski kedua pihak sempat membahas pertukaran tahanan, perundingan tersebut gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata karena Moskow mengajukan syarat yang dinilai "tidak bisa diterima" oleh Kyiv.
Berdasarkan bocoran dari seorang pejabat Ukraina yang mengetahui pembicaraan tersebut, Rusia meminta Ukraina menyerahkan lima wilayah sebagai prasyarat perdamaian.
Berikut rincian 5 wilayah yang diminta Rusia seperti yang dikutip dari Reuters:
Selain penyerahan wilayah, Rusia juga meminta Ukraina:
Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, ditanya tentang bocoran persyaratan tersebut dalam konferensi pers pada 17 Mei 2025.
Ia menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut dan menegaskan bahwa diskusi antara Rusia dan Ukraina harus dilakukan secara tertutup.
Peskov juga menyebut bahwa pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya bisa dilakukan jika kesepakatan tertentu telah dicapai.
Ia tidak menjelaskan lebih perinci mengenai kesepakatan yang dimaksud, namun pernyataan ini berhubungan dengan pandangan Putin yang meragukan legitimasi Zelensky sebagai Presiden Ukraina.
Putin sebelumnya pernah menyatakan bahwa Zelensky dianggap menjadi presiden secara ilegal karena masa jabatannya telah berakhir sejak 2024.
Pihak Ukraina menganggap sikap Rusia dalam negosiasi di Istanbul menunjukkan kurangnya niat baik untuk mencapai perdamaian.
Dalam menghadapi tuntutan yang dianggap tidak bisa diterima ini, Ukraina kini mendesak agar Presiden AS, Joe Biden, memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia.
Krisis yang berkepanjangan ini menunjukkan kompleksitas dalam upaya perdamaian di antara kedua negara, dan semua pihak menunggu apakah akan ada langkah konkret selanjutnya dari perundingan yang telah berlangsung di Istanbul.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).