Bintang muda Arema FC, Achmad Maulana, dipaksa menelan pil pahit karena mengalami cedera lutut serius. Cedera tersebut menjadi alasan utama di balik menghilangnya nama Maulana dari skuad timnas U-23 Indonesia.
Maulana mengalami cedera ketika memperkuat Arema pada partai Super League melawan Bhayangkara Presisi FC di Stadion Kanjuruhan akhir pekan lalu. Dokter tim Singo Edan, dr. Nanang, menyebut Maulana kemungkinan besar bakal naik meja operasi dan absen hingga pertengahan 2026.
“Kami lakukan MRI dan konsultasikan ke spesialis ortopedi. Kemungkinan akan melakukan operasi,” ujar dr. Nanang dilansir Football5Star dari laman resmi ILeague.
“Kita belum dapat jadwalnya, mungkin minggu ini. Kita harapkan pemulihannya berjalan lancar, semoga musim depan sudah bisa bermain lagi,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut, dr. Nanang mengatakan Maulana tidak akan dipaksa untuk pulih lebih cepat. Ia memperkirakan Maulana membutuhkan waktu pemulihan selama sembilan hingga 12 bulan lamanya.
“Kalau memang operasi, musim ini sudah tak bisa lagi. Standar normal sembilan bulan, idealnya satu tahun.”
“Fisioterapi penyembuhan luka, pemulihan fungsi lututnya, kemudian memperkuat struktur sendinya untuk aktivitas intensitas tinggi itu biasanya sekitar sembilan bulan. Kalau diburu-buru, rawan cedera ulang,” tuntasnya.
Singo Edan pun dipaksa putar otak mencari solusi pengganti Maulana. Mereka kemungkinan besar bakal menunjuk Bayu Setiawan dan Rifad Marasabessy untuk mengisi posisi bek kanan.