SURYAMALANG.COM, MALANG - Bupati HM Sanusi MM merasa lega ketika Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia (Kemenko Infra) memberi sinyal pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen segera dimulai tahun ini.
Sanusi terus memperjuangkan kelanjutan proyek jalan tol Malang-Kepanjen, yang saat ini masih belum dilanjutkan atau istilahnya project halted.
Karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar, sehingga membuat pemerintah pusat untuk meminta Pemkab Malang 'bersabar' dulu.
Makanya, Bupati Sanusi, tiap ada agenda ke Jakarta, selalu mampir ke kementerian yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.
Tujuannya, untuk mengingatkan kapan proyek tol yang ditunggu warga Malang Selatan itu bisa segera direalisasikan.
"Ya, kami berharap agar bisa segera dimulai pembangunan tol Kepanjen, yang sudah lama ditunggu warga kami itu," tutur Bupati Sanusi, Kamis (28/8/2025), sebelum berangkat ke Hotel Mercure Ancol, menerima penganugerahan BAZNAS Award 2025.
Bupati Sanusi yang didampingi Chairul Isnadi Kusuma atau Oong, Kadis PU Cipta Karya, bertemu Agust Jovan Latuconsina, staf khusus bidang managemen dan kerja sama antar lembaga Kemenkominfra.
Hasil pertemuan itu membuat Sanusi sedikit plong karena ada sinyal dari Kemenko infra jika proyek tol Kepanjen itu akan segera bisa dimulai akhir tahun 2025 ini.
Itu akan berlangsung sekitar empat tahun sehingga diperkirakan akan tuntas 2029 atau beberapa bulan sebelum jabatan Bupati Sanusi berakhir 2029 juga.
"Iya, pak bupati senang, ada sinyal seperti itu, semoga bisa segera diwujudkan," ungkap Oong, yang selalu diajak Bupati Sanusi setiap kali ke Kementerian yang dipimpin AHY itu.
Jika itu bisa diwujudkan tepat waktu, lanjut Oong, itu berarti proyek tol Kepanjen itu akan jadi proyek mercusuar di masa Bupati Sanusi.
Yakni, ada peran tangan dingin Bupati Sanusi jika nantinya jalan tol Malang Kepanjen akan membuat ramai semua wisata pantai di Malang Selatan.
"Iya, itu akan jadi cerita kesuksesan pak bupati karena yang terus mendorongnya agar pembangunan tol Kepanjen itu segera dikerjakan," ungkap Oong, kepala dinas yang jadi sosok penting dibalik terealisasinya pembangunan tol Kepanjen nanti.
Oong menjelaskan, sinyal dari pemerintah pusat itu membuat Pemkab Malang, akan menyiapkan segalanya. Sebab, anggaran Rp 10,04 Triliun itu cuma buat pembangunan fisiknya atau jalan tolnya saja.
Soal biaya lainnya, misalnya pembebasan lahan, itu urusan pemerintah pusat.
Untuk diketahui, sejak proyek jalan tol itu selesai dikerjakan dan berakhir di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hingga kini belum ada kabar kapan akan dilanjutkan lagi untuk ruas tol ke Kepanjen, Kabupaten Malang.
Untuk bisa sampai ke Kecamatan Kepanjen, itu memang membutuh dana besar.
Estimasi biaya pembangunan fisik atau infrastruktur jalannya sekitar Rp 333 miliar per kilometer.
Jadi, jika dari Kota Malang hingga Kepanjen itu sepanjang 30 kilometer, sehingga dibutuhkan dana Rp 10,04 Triliun.
"Pikiran pak bupati itu cuma satu, bagaimana tol Kepanjen itu bisa segera dibangun, supaya bisa meramaikan wilayah Malang selatan. Dan, nantinya, tol itu akan jadi proyek mercu suar yang ada di masa pak Bupati Sanusi ini," ungkap Oong.