Laporan Wartawan Tribuunews.com Bayu Panegak
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Pertandingan perebutan juara ketiga Piala AFF Wanita U16 2025 antara Timnas Putri Indonesia U16 kontra Vietnam U16 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (29/8/2025) sore WIB, sempat terganggu imbas gas air mata.
Asap yang diduga berasal dari tembakan gas air mata aparat merembes ke dalam stadion, membuat sejumlah penonton hingga pemain merasakan sesak dan perih di mata.
Gas air mata tersebut merupakan imbas dari aksi solidaritas driver ojek online (ojol) di depan Mako Brimob Batalyon C Solo, yang lokasinya berdampingan dengan Stadion Manahan.
Aksi yang menuntut keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan di Jakarta sehari sebelumnya sempat berujung ricuh.
Sejumlah demonstran melempar batu ke arah markas Brimob, yang kemudian dibalas aparat dengan tembakan gas air mata.
Asap dari gas air mata itu terbawa angin hingga masuk ke tribun stadion.
Akibatnya, penonton di area tersebut diminta bergeser mendekati tribun VIP.
Bahkan beberapa pemain Timnas Putri Indonesia terlihat menutup hidung dan membasuh mata dengan air.
Situasi itu terjadi bertepatan dengan jeda setelah waktu normal berakhir, tepat sebelum babak adu penalti dimulai.
Pelatih Timnas Putri U16, Timo Scheunemann, mengakui kondisi itu cukup mengganggu.
"Tadi kami merasakan gas air mata, jadi tidak bisa menyanyikan bersama lagu tanah air," ujarnya dalam konferensi pers pasca-laga.
Beruntung, efek tersebut tidak berlangsung lama. Kondisi di dalam stadion kembali kondusif saat babak adu penalti dimulai.
Sementara itu, masa aksi telah membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 17.30 WIB.
Adapun laga perebutan juara 3 Piala AFF U16 Wanita sendiri dimenangkan oleh Vietnam melalui babak adu penalti skor 7-8 setelah pada waktu normal berkedudukan skor 1-1.
Di atas lapangan, duel Indonesia kontra Vietnam berlangsung sengit.
Vietnam unggul cepat pada menit pertama melalui Hai Yen Ngo, sebelum Nafeeza Ayasha menyamakan kedudukan pada menit ke-16.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai, memaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti.
Drama adu penalti berjalan ketat hingga eksekusi ketujuh.
Sayangnya, tendangan Vivi Vera membentur mistar gawang dan membuat Garuda Pertiwi kalah tipis 6-7. Vietnam pun mengamankan posisi ketiga Piala AFF U16 Wanita 2025.
Meski gagal merebut peringkat ketiga, Timnas Putri Indonesia U16 tetap mencatatkan pencapaian bersejarah.
Untuk pertama kalinya sejak ikut serta pada edisi 2017, 2018, dan 2019, skuad Garuda Pertiwi berhasil menembus babak semifinal dan perebutan juara ketiga.
Kisah heroik Jazlyn Kayla Firyal dkk sekaligus menunjukkan perkembangan positif sepak bola putri usia muda Indonesia.
Namun laga melawan Vietnam di Solo juga meninggalkan catatan lain: bagaimana atmosfer pertandingan sepak bola bisa terganggu akibat situasi sosial di luar lapangan.
(*)