TRIBUNBATAM.id - Keindahan alam Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ternyata memberikan dampak positif untuk warga yang tinggal di sekitarnya.
Terutama setelah Arenan Kalikesek sebagai obyek wisata tercetus di akhir tahun 2020 lalu. Tepatnya saat Covid-19 melanda di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Wabah mematikan yang melanda Indonesia membuat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Meski demikian, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sriwulan Makmur malah mendapatkan ide cemerlang saat pandemi Covid-19 melanda.
Melihat potensi desa yang memiliki keindahan alam serta sumber mata air yang melimpah, BUMDes Sriwulan membentuk unit Pokok Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di tahun 2021.
Unit Pokdarwis akhirnya memiliki rencana untuk mendirikan Arenan Kalikesek di wilayah paling strategis desa. Namun, kendala permodalan langsung menghampiri BUMDes Sriwulan yang hendak merealisasikan pembangunan Arenan Kalikesek.
Direktur BUMDes Sriwulan Makmur, Aminatur Rohman, mengakui bahwa kendala awal yang dihadapi adalah permodalan, mengingat untuk membangun suatu obyek wisata diperlukan biaya tidak sedikit.
Keberuntungan menghampiri, setelah seorang warga Desa Sriwulan mengetahui kendala yang dihadapi BUMDes Sriwulan.
Hingga akhirnya warga desa dermawan itu meminjamkan sertifikat tanah untuk permodalan membangun Arenan Kalikesek.
Tak butuh waktu lama, BUMDes Sriwulan langsung menggandeng Bank Republik Indonesia (BRI) untuk permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kita sudah menghitung mulai dari pembangunan dan persewaan, oleh karena itu kita berani mengambil KUR sebanyak Rp 100 juta, nanti per bulannya sudah dihitung oleh kami,” kata Amin, pada Selasa (24/11/2025).
“Lalu kita sering mengandalkan KUR BRI sebagai permodalan,” jelasnya.
Pembangunan Arenan Kalikesek berlangsung selama pandemi Covid-19 masuk Indonesia tahun 2020 hingga mereda pada 2022.
“Ketika pandemi itu baru dirintis, mulai dibentuk saluran irigasi dan gazebo,” ujar dia.
Setelah pembangunan dan perizinan beres, BUMDes Sriwulan resmi membuka Arenan Kalikesek untuk umum.
Respons positif langsung ditunjukkan masyarakat sekitar, terutama di Kabupaten Kendal dengan dibukanya Arenan Kalikesek.
Media sosial menjadi sarana utama Arenan Kalikesek untuk promosi ke masyarakat.
Tak butuh waktu lama, Arenan Kalikesek langsung ramai pengunjung sejak awal dibuka berkat bantuan kekuatan media sosial.
Pendapatan BUMDes Sriwulan terus meningkat setiap bulannya berkat unit Pokdarwis yang tergolong baru dirintis.
“Setelah itu pengunjung terus berdatangan, setiap bulannya terus naik, baru di tahun 2022 unit Pokdarwis mendapatkan uang,” ujar Amin.
“Awal-awal baru Rp 600 ribu setiap bulan, lalu meningkat jadi Rp 15 juta, naik lagi jadi Rp 40 juta, lalu sekarang bisa mencapai Rp 200 juta per bulan,” jelasnya.
Puncaknya pada 2024, Arenan Kalikesek bisa membuat BUMDes Sriwulan memiliki pendapatan bernilai fantastis.
Karena pendatapan asli desa tersebut, BUMDes Sriwulan bisa membeli dua tanah untuk pengembangan unit usaha lain.
Termasuk di Arenan Kalikesek yang mulai merambah ke usaha akomidasi dan dengan melibatkan warga sekitar.
“Sekarang kita juga ada homestay, warga sekitar juga mendirikan homestay, lalu ada juga wisata jip, semua memberikan kontribusi untuk BUMDes,” tutur dia.
Setelah mengetahui perkembangan Arenan Kalikesek, BRI langsung mengajak kerja sama dengan memberikan akses keuangan lebih luas lewat Agen BRILink.
Tepatnya di tahun 2025, BUMDes Sriwulan memiliki Agen BRILink yang berperan penting dalam meningkatkan inklusi keuangan.
“Selanjutanya BRI juga mengajak kerjasama dengan kita, mendirikan Agen BRILink di tahun 2025,” kata Amin.
Dengan bangga, Amin menjelaskan bahwa Arenan Kalikesek menjadi tempat wisata paling murah se-Kabupaten Kendal.
Beberapa fasilitas seperti terapi ikan, kolam renang menggunakan mata air alami, sawah, tempat memancing, hingga kuliner tersedia di Arenan Kalikesek.
Cukup merogoh kocek Rp 2 ribu per orang sudah bisa masuk dan menikmati keindahan alam sekitar Arenan Kalikesek.
Oleh karena itu, Arenan Kalikesek selalu ramai pengunjung terutama memasuki libur sekolah dan tahun baru.
“Kalikesek itu bisa dibilang daerah wisata paling murah karena tiket masuk hanya Rp 2 ribu per orang, lalu masuk wahana kolam renang hanya Rp 5 ribu, berkuda hanya Rp 15 ribu, wahana anak-anak cuma Rp 5 ribu,” tutur Amin.
Meski tergolong murah, Arenan Kalikesek yang merupakan bagian dari unit Pokok Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari BUMDes Sriwulan bisa menghasilkan miliaran per tahun.
Terbukti di akhir tahun 2024, BUMDes Sriwulan bisa menghasilkan Rp 2,7 miliar dari unit usaha Pokdarwis dan persewaan Gedung Serba Guna (GSG).
BUMDes Sriwulan akhirnya bisa terus mengembangkan potensi desa wisata hingga merambah ke unit-unit usaha lainnya.
Namun, masalah datang setelah Arenan Kalikesek didatangi banyak pengunjung. Ternyata ramainya masyarakat yang berwisata membuat volume sampah Desa Sriwulan meningkat drastis.
BUMDes Sriwulan lalu putar haluan untuk fokus mengatasi sampah sebelum berdampak buruk pada lingkungan.
Pengelolaan Sampah Desa Sriwulan
BUMDes Sriwulan langsung bergerak cepat mencari lahan untuk menampung sampah yang mulai menumpuk dari Arenan Kalikesek.
Unit pengelolaan sampah akhirnya dibentuk oleh BUMDes Sriwulan untuk mengatasi masalah sebelum menjadi mimpi buruk bagi Desa Sriwulan.
Bukan cuma mengurangi volume sampah, unit tersebut ternyata langsung bermanfaat bagi BUMDes Sriwulan untuk menekan biaya operasional.
Pengelolaan sampah nantinya akan menggunakan pendekatan 3R yaitu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang.
Khusus sampah daur ulang yang bisa menghasilkan uang digunakan untuk membayar gaji karyawan di unit pengelolaan sampah.
Sementara untuk sampah organik, BUMDes Sriwulan membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
BUMDes Sriwulan juga sudah memiliki kandang komunal yang bisa memanfaatkan kotoran ternak menjadi gas melalui proses fermentasi.
Amin mengungkapkan manfaat unit juga dirasakan masyarakat desa yang terletak di sisi barat Gunung Ungaran itu.
Ternyata BUMDes Sriwulan mengandalkan perempuan yang telah kehilangan suaminya karena perceraian atau kematian.
“Khusus unit pengelolaan sampah, banyak tenaga kerja yang kami serap adalah janda-janda, sudah ada 6 tenaga kerja,” kata Amin.
“Kita punya bank sampah, intinya warga di sini juga sangat diuntungkan dengan adanya pengelolaan sampah,” tambahnya,
Amin membeberkan biaya yang harus dikeluarkan BUMDes Sriwulan untuk unit pengelolaan sampah bisa mencapai Rp 2,5 juta per bulan, dan keuntungan dari penjualan sampah anorganik digunakan menggaji karyawan serta menambah PADes
Hasil yang didapatkan dari unit pengelolaan sampah akan dilaporkan pada Pemerintah Desa (Pemdes), secara berkala.
. “Hasil pemilahan sampah, BUMDes berikan semua kepada karyawan. Kalau tidak cukup, nanti BUMDes tetap berikan haknya dengan cari subsidi silang,” jelas dia.
“Setiap bulannya BUMDes mengeluarkan biaya operasional pengelolaan sampah dan itu masih mendapatkan keuntungan dari penjualan sampah anorganik,” tandasnya.
Amin mengungkapkan rencana BUMDes Sriwulan selanjutnya adalah memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang bisa menghasilkan uang.
Berkat unit pengelolaan sampah milik BUMDes Sriwulan tersebut, warga desa kini malah berminat untuk bergabung.
Paling diutamakan BUMDes Sriwulan adalah bisa bermanfaat dan memberikan lapangan pekerjaan warga desa yang terletak di bagian barat Gunung Ungaran tersebut.
Manfaat Bagi Warga Desa Sriwulan
Tujuan utama BUMDes Sriwulan adalah merangkul semua warga agar produktif dan berkembang bersama.
Amin menjelaskan bahwa warga Sriwulan selalu diutamakan dalam pengembangan unit usaha termasuk Arenan Kalikesek.
Bahkan, hampir seluruh warga desa Sriwulan ikut andil menjadi karyawan atau membuka usaha kuliner di sekitar Arenan Kalikesek.
Tercatat sudah ada 40 warga desa Sriwulan dari berbagai kategori usia yang menjadi karyawan di Arenan Kalikesek.
“Jadi untuk pengurus kami itu, sudah saya pikirkan gajinya. Untuk kebersihan di atas UMR karena banyak lemburan, kalau sampah kan tidak bisa kita kerjaan pas pengunjung datang, jadi petugas kebersihan kerjanya malah dari sore sampai larut malam, karena harus menguras kolam juga,” jelas Amin.
Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo bersyukur BUMDes Sriwulan bisa produktif dan bermanfaat bagi warga.
BUMDes Sriwulan kini tidak perlu menggunakan uang Pemerintah Desa (Pemdes) karena sudah memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) dari beberapa unit usaha.
“Kita pantau seiring berjalannya waktu, ternyata tidak harus dari uang Pemerintah Desa, melainkan uang BUMDes sendiri sudah bisa mencukupi,” tutur Sulistyo, pada Selasa (24/11/2025).
Sulistyo teringat momen warganya meminta izin untuk berjualan di sekitar Arenan Kalikesek.
Ternyata banyak warga Desa Sriwulan yang ingin memanfaatkan peluang usaha setelah mengetahui ramainya pengunjung di Arenan Kalikesek.
Syarat untuk berjualan di Arenan Kalikesek sangatlah mudah, cukup mendaftar dan mengikuti peraturan dari BUMDes Sriwulan.
“Kita punya lahan jualan 12, tapi pemohon dari warga sini ada 30. Akhirnya kita tambah lahan agar para warga di sini bisa berdagang di Arenan Kalikesek, tapi syaratnya harus mendaftar melalui BUMDes,” tandas Sulistyo.
THR Untuk Warga Sriwulan
Berkat PADes yang mencapai miliaran rupiah membuat BUMDes Sriwulan mengambil keputusan yang bisa bermanfaat untuk warga desa.
BUMDes Sriwulan memberikan THR sebesar Rp 750 ribu per Kartu Keluarga (KK) di desa yang terletak di lereng bagian barat Gunung Ungaran tersebut.
BUMDes Sriwulan melibatkan setiap ketua rukun tetangga (RT) untuk memberikan data-data warganya agar bisa mendapatkan THR.
Bahkan, BUMDes Sriwulan menekankan pada setiap ketua RT untuk memastikan setiap warga tidak ada yang terlewatkan memperoleh berkah Lebaran 2025.
Total dana yang dibagikan oleh BUMDes Sriwulan sebanyak Rp 250 juta untuk sekitar 250 KK di Desa Sriwulan.
“Kita akhirnya rapat dengan BPD dan warga, memutuskan untuk memberikan THR sebagai tanda syukur dan peduli pada warga desa,” kata Sulistyo.
THR yang diberikan untuk warga Desa Sriwulan awalnya hanya Rp 500 ribu yang dibagikan sekitar 250 KK untuk Lebaran 2024.
Ternyata PADes yang didapatkan dari Arenan Kalikesek terus bertambah hingga tahun 2024 bisa mencapai Rp 2 miliar.
BUMDes Sriwulan kembali membagikan THR untuk warga desa kedua kalinya untuk Lebaran 2025.
Bedanya THR yang diberikan untuk Lebaran 2025 lebih banyak dari sebelumnya, karena mengikuti bertambahnya PADes dari Arenan Kalikesek.
Kenaikan nominal THR yang diberikan BUMDes Sriwulan mendapatkan respons positif.
“Lalu di periode kedua di tahun 2025, kita naikkan menjadi Rp 750 ribu, banyak yang bilang ‘wah ada peningkatan’,” ucap dia menirukan seorang warga.
Bahkan di Lebaran 2026 mendatang, BUMDes Sriwulan berencana untuk memberikan THR yang ketiga kalinya dengan nominal lebih banyak dari sebelumnya.
Penerima THR sekaligus warga Desa Sriwulan, Mulyadi, mengaku senang mendapatkan uang yang dibagikan oleh BUMDes.
Mulyadi tak henti mengucap syukur dengan rezeki menjelang Hari Raya Idul Fitri yang diperolehnya.
"Saya senang sekali mendapatkan THR dari BUMDes Sriwulan," ucap Mulyadi.
"Pastinya ini sangat bermanfaat untuk kita sebagai warga desa, apalagi sejak tahun 2024 nominalnya terus bertambah," tambahnya.
Doa dan harapan langsung dipanjatkan Mulyadi, agar BUMDes Sriwulan terus berkembang serta bermanfaat untuk warga sekitar.
"Saya berharap BUMDes Sriwulan terus berjaya dan bisa memberikan dampak positif untuk warga sekitar," tutupnya.
Tenaga Ahli Dispermasdes Kendal, Aliyudin, mengakui bahwa PADes yang diperoleh dari BUMDes Sriwulan sangat bermanfaat untuk warga.
Aliyudin bahkan menyaksikan sendiri ketika PADes dari Arenan Kalikesek dibagikan dalam bentuk THR untuk warga Desa Sriwulan.
Oleh karena itu, Aliyudin berharap desa-desa di Kabupaten Kendal bisa meniru langkah-langkah BUMDes Sriwulan yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
"Saya menyaksikan langsung efek dari pengelolaan BUMDes di Sriwulan terkait dengan alokasi surplus dari tahun 2024. Khusus untuk surplus tersebut digunakan untuk pembagian THR untuk warda Desa Sriwulan," ujar Aliyudin.
"Ini sangat bermanfaat untuk masyarakat desa, uang yang diberikan bisa digunakan kebutuhan masing-masing," jelasnya.
(TribunBatam.id/Khistian Tauqid)