Kisah Isroah Manfaatkan Sisa Nasi Dapur MBG Untuk Pakan Ternak di Pekalongan
raka f pujangga November 30, 2025 10:30 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Guna menghindari pemborosan dan memastikan manfaat program gizi tetap dirasakan masyarakat, Yayasan Among Bumi Santri memberikan lampu hijau bagi warga yang ingin memanfaatkan sisa makanan dari dapur program gizi, selama tetap mengikuti aturan dan berkoordinasi dengan pengelola.

Kebijakan ini hadir sebagai respons atas, inisiatif sejumlah warga yang mengambil sisa konsumsi yang tidak habis terpakai.

Pemilik Yayasan Among Bumi Santri, Andung Supriyagi, menegaskan langkah tersebut diperbolehkan selama dilakukan dengan tertib dan sesuai prosedur.

"Daripada terbuang, masyarakat yang membutuhkan silakan saja memanfaatkan sisa makanan yang masih layak. Yang penting ada koordinasi dan komunikasi yang baik dengan Kepala Dapur," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan, kebutuhan dapur program gizi berasal dari dana masyarakat, sehingga tidak ada salahnya jika sisa yang masih layak konsumsi kembali dimanfaatkan oleh warga.

"Itu uang masyarakat juga, dan kalau bisa kembali memberi manfaat bagi masyarakat, tentu lebih baik,” katanya.

Andung memaparkan, bahwa sisa makanan yang muncul di dapur program gizi terbagi menjadi dua kategori.

Pertama, sisa masakan yang sudah dimasak namun belum terporsi. Sisa jenis ini, masih layak konsumsi dan dapat dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.

Kedua, sisa makanan dari porsi yang telah dibagikan kepada siswa atau yang oleh warga disebut 'opreng', misalnya sisa dari makanan yang tidak habis dimakan.

Berbeda dengan sisa masakan yang masih utuh, sisa 'opreng' biasanya dimanfaatkan untuk keperluan lain.

"Untuk sisa jenis ini, umumnya digunakan sebagai pakan ternak atau dicampur untuk pembuatan palet."

"Ada juga warga, atau perangkat desa yang memanfaatkannya untuk kebutuhan lain," jelasnya.

Keberadaan dapur MBG di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, membawa manfaat nyata bagi warga sekitar.

Satu di antaranya dirasakan Isroah (50), warga setempat yang memanfaatkan sisa makanan MBG sebagai pakan ternak ayamnya.

Isroah mengaku, sengaja datang ke dapur pada siang hari bersama temannya untuk mengambil sisa nasi yang masih layak dimanfaatkan.

Menurutnya, keberadaan dapur ini sangat membantu meringankan biaya kebutuhan pakan ternak di tengah harga pakan yang terus naik.

"Senang sekali ada dapur MBG di dekat rumah. Jadi bisa irit buat beli katul untuk pakan ayam," ungkapnya.

Ia menambahkan, hampir setiap dua hari sekali ia datang untuk mengambil sisa nasi yang tersedia.

"Alhamdulillah gratis, tidak dipungut biaya," ujarnya. (Dro)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.