Ivan Gunawan Donasikan Keuntungan Jualan Hijab Untuk Korban Bencana Alam Di Sumatera 
Wiwit Purwanto November 30, 2025 10:31 PM
Ringkasan Berita:
  • Igun miris melihat pemberitaan mengenai kondisi dan dampak adanya bencana alam tersebut.
  • Ivan memberikan donasi dari keuntungan penjualan brand hijabnya, Mandjha.
  • Sementara Igun memberikan donasi tersebut melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

 

SURYA.co.id – Musibah bencana alam yang melenda beberapa wilayah di Sumatera membuat desainer sekaligus presenter Ivan Gunawan ikut merasakan duka mendalam.

Ivan Gunawan terketuk hatinya memberikan donasi untuk para korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Ivan memberikan donasi dari keuntungan penjualan brand hijabnya, Mandjha.

Ivan Gunawan mengaku donasi ini merupakan bentuk keprihatinan dari dirinya serta brand terhadap para korban yang terdampak atas bencana alam tersebut.

"Kita menyampaikan dari brand Mandjha hijab untuk sumbangan kepada sahabat-sahabat kita korban di Sumatera, insyaAllah ini merupakan satu bentuk  keprihatinan dari saya dan juga brand untuk sahabat-sahabat kita yang ada di Sumatera," ucap Ivan Gunawan, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Minggu (30/11/2025).

Pria yang akrab disapa Igun ini pun miris melihat pemberitaan mengenai kondisi dan dampak adanya bencana alam tersebut.

Sementara Igun memberikan donasi tersebut melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

BAZNAS memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) pada tingkat nasional.

"Jadi kalau kita lihat di sosial media kan kondisi Sumatera akibat dampak dari banjir tersebut kan melumpuhkan aktivitas, jalanan tertutup dan rumah-rumah relatif hancur, banjir bandang kemarin juga cukup tinggi."

"Yang jelas hari ini saya akan memberikan secara langusng bantuannya, saya berhaharap dari teman-teman BAZNAS bisa bekerja lebih ekstra, memang  sahabat-sahabat kita yang ada di Sumatera dalam keadaan darurat," beber Igun.

Desainer 43 tahun ini rupanya memiliki alasan tersendiri soal donasi yang ia salurkan melalului BAZNAS.

Menurutnya, tim dari BAZNAS bisa dengan cepat menyalurkan bantuan tersebut ke para korban yang terdampak.

"Jadi kenapa saya sumbangkannya lewat BAZNAS karena gerak dari mereka cukup cepat, saya berharap bantuannya juga cepat," jelas Igun.

Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Jadi Sorotan Presiden

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera hingga Aceh turut menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kegiatan ini akan dilakukan dengan koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengurangi ancaman hujan deras dan cuaca ekstrem.

“Fokus utama OMC kali ini adalah mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak bencana.  Harapannya OMC dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran, sebagai bentuk upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam keteranganya, Minggu.

Faisal menuturkan, tim OMC sedang melakukan supervisi di lapangan di Bandara Kualanamu, Medan.

Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar penanganan bencana harus cepat, tepat sasaran, dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dasar yang dibutuhkan.

Dengan demikian, pihaknya menjadi bagian dari kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk bekerja bersama mengantisipasi, merespons, dan menangani bencana yang sedang berlangsung.

Dalam hal ini, BMKG memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah terdampak secara berkala melalui seluruh kanal informasi yang BMKG miliki.

Jumlah Korban

Dari catatan BNPB per 28/11/2024, bencana hidrometeologi ini menimbulkan dampak besar, dimana ada ratusan korban jiwa meninggal dan hilang, serta pengungsian luas yang membutuhkan penanganan cepat.

Kepala BNPB Suharyanto merinci, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menyebabkan 174 orang meninggal, 79 hilang, dan 12 luka-luka.

Sumatera Utara: 116 meninggal, 42 hilang.

Korban tersebar di beberapa daerah yaitu Tapanuli Utara (11), Tapanuli Tengah (51), Tapanuli Selatan (32), Kota Sibolga (17), Humbang Hasundutan (6), Padang Sidempuan (1), Pakpak Barat (2) sementara Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.
“Data ini masih bisa bertambah karena ada wilayah yang belum dapat diakses,” ujar Suharyanto.

Aceh: 35 meninggal, 25 hilang, 8 luka-luka.

Korban terbanyak berada di Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah.

Pendataan masih berjalan di Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.

Pengungsian tersebar di 20 kabupaten/kota, termasuk 96 titik di Lhokseumawe, sehingga percepatan distribusi bantuan menjadi prioritas.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.