Tragedi Pilu: Guru Perempuan 28 Tahun Tewas Jatuh dari Gedung Saat Hari Pernikahannya
December 18, 2025 03:39 PM

Kisah Menyayat Hati, Guru Perempuan 28 Tahun Jatuh dari Gedung di Hari Pernikahan.

Tribunnewsmaker - Sebuah peristiwa tragis dan memilukan terjadi di Tiongkok, ketika seorang guru perempuan berusia 28 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari sebuah gedung pada hari yang seharusnya menjadi momen paling bahagia dalam hidupnya, yaitu hari pernikahannya. Pesan terakhir yang ia unggah di media sosial sebelum kejadian mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tidak ingin menikah, sebuah pernyataan yang kemudian mengguncang dan menyentuh hati banyak orang.

Baca juga: Riwayat Pernikahan Young Syefura, Politisi Malaysia Gencar Digoda Dedi Mulyadi, Sudah 2 Kali Menikah

Seorang guru asal Tiongkok berusia 28 tahun meninggal dunia setelah melompat dari gedung pada hari pernikahannya. Pesan terakhirnya di media sosial sebelum kematiannya mengungkapkan bahwa dia "tidak ingin menikah." (freepik.com)

Berikut kisah menyayat hati guru perempuan jatuh dari gedung di hari pernikahannya.

Menurut laporan media lokal, korban merupakan seorang guru sekolah menengah atas yang mengajar di Provinsi Henan. Ia meninggal dunia setelah jatuh dari lantai tujuh sebuah gedung di Kabupaten Lushan, Kota Pingdingshan. Insiden tersebut terjadi tepat pada hari pernikahannya, sehingga mengejutkan keluarga, kerabat, serta masyarakat setempat yang mendengar kabar tersebut.

Sejumlah wartawan yang mendatangi lokasi kejadian memperoleh keterangan dari warga sekitar bahwa peristiwa itu terjadi pada pagi hari, 10 Desember 2025. Warga melihat mobil polisi dan ambulans tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Tak lama kemudian, kabar mengenai pengantin wanita yang jatuh dari gedung dan meninggal dunia menyebar dengan cepat melalui grup obrolan warga desa.

Pihak rumah duka Kabupaten Lushan kemudian mengonfirmasi bahwa mereka menerima jenazah guru tersebut pada 11 Desember. Berdasarkan keterangan awal, penyebab kematian korban dinyatakan sebagai jatuh dari ketinggian. Meski demikian, pihak berwenang menyatakan bahwa detail lengkap mengenai kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Perhatian publik semakin besar setelah beredar tangkapan layar pesan terakhir korban di media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia secara singkat namun jelas menuliskan bahwa dirinya “tidak ingin menikah.” Sejumlah teman dan kenalan korban di media sosial membenarkan bahwa unggahan tersebut dibuat langsung oleh almarhumah sesaat sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Pesan terakhir tersebut memicu berbagai reaksi emosional dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan tekanan batin yang mungkin dialami korban, baik yang berasal dari pernikahan yang tidak diinginkan, tuntutan keluarga, norma sosial, maupun masalah pribadi yang telah lama terpendam. Meski belum ada kesimpulan resmi, unggahan tersebut dianggap mencerminkan konflik emosional yang selama ini mungkin tidak terlihat oleh orang-orang di sekitarnya.

Tragedi ini pun mengguncang masyarakat Tiongkok dan memicu perdebatan luas di ruang publik. Banyak warganet dan pengamat sosial menyoroti tekanan hidup, ekspektasi keluarga, serta beban pernikahan yang kerap dihadapi generasi muda, khususnya perempuan. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, komunikasi terbuka, dan dukungan emosional bagi mereka yang tengah menghadapi tekanan besar dalam hidupnya.

Kasus ini masih menjadi sorotan, sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan latar belakang kejadian secara menyeluruh.

Tribunnewsmaker | Sanook.com | Aleyda Salsa Sabillawati

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.