Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami I Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Pasca akses jalan Bireuen- Takengon tersambung, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Aceh, gerak cepat menangani sisa-sisa material menumpuk di bahu jalan.
Baca juga: Kerja Cepat Pemerintah, Jalan Bireuen–Takengon kini Terbuka dari Terisolasi
Seperti yang dilakukan di wilayah Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, atau berada di lintasan jalan nasional Bireuen- Takengon.
Perlu diketahui, tumpukan material terjadi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sejumlah titik di lintas jalan nasional.
Material berupa lumpur, bongkahan kayu, hingga batu besar yang sempat melumpuhkan arus transportasi kini mulai dibersihkan secara intensif.
PJN Aceh telah mengerahkan sejumlah alat berat untuk mempercepat proses pembersihan jalan, khususnya diwilayah Kampung Lampahan.
Kasatker PJN Aceh wilayah III, Azis saat dikonfirmasi TribunGayo.com, Rabu (24/12/2025), menyatakan jika material banjir berupa tumpukan lumpur, pasir, batu hingga sampah di wilayah Lampahan kini sedang dilakukan pembersihan.
"Kita telah mengirimkan sejumlah alat berat ke Lampahan untuk dilakukan pembersihan material menumpuk," ujarnya.
Azis lalu menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan jalur logistik dan transportasi masyarakat kembali aman.
"Kami telah bekerja secara maraton, mulai dari menyambung jalan yang putus. Hingga kini mulai membersihkan material
yang menggunung di pinggir jalan," ungkapnya
Meskipun jalan lintas nasional Bireuen- Takengon mulai dapat dilalui dengan sistem buka-tutup.
Namun Azis tetap mengimbau para pengendara untuk waspada terhadap potensi longsor susulan di sejumlah titik disepanjang jalan.
"Tetap hati-hatilah mngingat kondisi tanah di lereng jalan masih labil akibat curah hujan yang belum sepenuhnya mereda," pungkasnya.
Baca juga: Bener Meriah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana, Rumah Rusak Capai 1.112 Unit
Banjir bandang yang melanda Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah telah meninggalkan kerusakan parah pada pemukiman warga.
Dimana berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, sejumlah rumah warga Lampahan luluh lantak setelah diterjang arus deras yang membawa material lumpur dan bebatuan dari hulu.
Kejadian tersebut membuat warga setempat terpukul karena sebagian besar kehilangan tempat tinggal dalam hitungan menit.
Selain itu, endapan pasir dan bebatuan menutupi rumah-rumah warga serta fasilitas ibadah dengan ketebalan mencapai 1 hingga 2 meter lebih.
Zulkifli (50) kepala Dusun Kampung Lampahan Timur menyampaikan berdasarkan data yang diperolehnya sekitar 38 rumah warga dan tolo rusak parah hingga terbawa aliran sungai.
"Itu data kami terima baik rumah warga baik di Kampung Lampahan Timur, Barat dan Lampahan induk," ujarnya.
Zulkifli bercerita saat peristiwa terjadi pada Rabu (26/11/2025) menjelang subuh bahwa suara gemuruh dari arah sungai terdengar jelas hingga menyapu kawasan pemukiman warga di sekitar aliran sungai.
Akibat bencana ini, banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman.
Ada yang menumpang di rumah saudara, tetangga, hingga pos-pos pengungsian yang didirikan secara darurat oleh pemerintah kampung.
Kala itu, tidak sedikit keluarga yang mengungsi tanpa membawa apa pun karena rumah mereka hancur dan tertimbun bebatuan.
"Kondisi malamnya itu mencekam, warga saling berlarian menyelamatkan diri, suara warga minta pertolongan terdengar dimana, tapi beruntungnya tidak ada korban jiwa, semua warga disini informasinya selamat," pungkasnya. (*)
Baca juga: Rangka Jembatan Bailey di Jalan KKA Bener Meriah Mulai Dipasang, Realisasi Capai 15 Persen