TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Sepanjang tahun 2025, angka kriminalitas di wilayah hukum Polresta Bukittinggi mengalami peningkatan. Namun demikian, kinerja kepolisian dalam penanganan dan penyelesaian perkara juga menunjukkan tren positif.
Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Rully Indra Wijayanto, menjelaskan bahwa wilayah hukum Polresta Bukittinggi meliputi Kota Bukittinggi dengan jumlah penduduk 141.801 jiwa serta wilayah Kabupaten Agam bagian timur dengan jumlah penduduk 289.324 jiwa.
Dengan total penduduk mencapai 431.125 jiwa, Polresta Bukittinggi didukung oleh 459 personel kepolisian.
“Rasio polisi dengan masyarakat saat ini berada pada angka 1 banding 939. Angka ini masih berada di bawah standar ideal, yaitu 1 personel untuk 450 penduduk,” ungkap Rully melalui keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).
Berdasarkan perhitungan tersebut, Polresta Bukittinggi masih mengalami kekurangan personel sebesar 62,86 persen dari kebutuhan ideal sebanyak 1.236 personel.
Baca juga: Kondisi Jalur Sitinjau Lauik Terkini Pasca Tahun Baru 2026, Arus Padang-Solok Lancar
Sepanjang tahun 2025, Polresta Bukittinggi melaksanakan berbagai operasi kepolisian baik terpusat maupun kewilayahan.
Dalam Operasi Keselamatan Singgalang 2025, petugas mencatat 126 tilang dan 398 teguran.
Sementara itu, Operasi Pekat Singgalang 2025 berhasil mengungkap kasus perjudian, premanisme, dan prostitusi dengan barang bukti berupa tuak sebanyak 62 liter serta satu unit telepon genggam.
Untuk pengamanan hari besar keagamaan dan libur nasional, Operasi Ketupat Singgalang 2025 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran berlangsung kondusif.
Hal serupa juga terjadi pada Operasi Lilin Singgalang 2025 yang digelar untuk pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Baca juga: Pelunasan Bipih Tahap II Digenjot, Kemenhaj Sumbar Kejar Kuota Haji 2026
Di bidang pemberantasan narkotika, Polresta Bukittinggi mencatat sejumlah pengungkapan signifikan.
Melalui Operasi Antik Singgalang 2025, polisi berhasil mengungkap 12 kasus narkotika dengan 16 tersangka serta mengamankan barang bukti berupa ganja seberat 12,046 kilogram dan sabu seberat 92,48 gram.
Selain itu, Operasi Tumpas Bandar Triarga 2025 mengungkap delapan kasus narkoba dengan 11 tersangka, dengan barang bukti ganja seberat 18,39 gram dan sabu seberat 92,24 gram.
Sementara dalam Operasi Jaran Singgalang 2025, polisi berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti dua unit sepeda motor, STNK, serta beberapa unit telepon genggam.
Ia juga menyoroti peran Bhabinkamtibmas dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Selama 2025, sebanyak 78 personel Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan door to door system (DDS) dan sambang kepada masyarakat sebanyak 39.000 kali.
Selain itu, dilakukan kegiatan problem solving terhadap 357 permasalahan warga serta deteksi dini sebanyak 39.000 kali.
Baca juga: Serba-Serbi Malam Tahun Baru 2026 di Kota Padang: Pantai Ramai, Basko Padat, Doa Bersama Digelar
Di bidang lalu lintas, jumlah kecelakaan sepanjang 2025 tercatat sebanyak 193 kasus, turun 1,5 persen dibandingkan 196 kasus pada 2024.
Jumlah korban meninggal dunia juga menurun dari 39 orang menjadi 35 orang atau turun sebesar 10,25 persen.
Korban luka berat turun dari tiga orang menjadi satu orang, sementara korban luka ringan meningkat dari 341 orang menjadi 359 orang.
Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas pada 2025 tercatat sebesar Rp442,75 juta, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp593 juta.
Penindakan pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan. Jumlah tilang turun dari 6.425 kasus pada 2024 menjadi 3.526 kasus pada 2025.
Sementara itu, teguran menurun dari 4.125 menjadi 3.095. Di sisi lain, kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas tetap berjalan konsisten.
Program Jumat Berkah meningkat dari 84 kegiatan pada 2024 menjadi 103 kegiatan pada 2025, serta program Polisi Menyapa terealisasi sebanyak 82 kegiatan sepanjang tahun.
Dalam aspek kriminalitas, Kapolresta Bukittinggi mengungkapkan bahwa jumlah tindak pidana sepanjang 2025 mencapai 359 kasus, meningkat dibandingkan 294 kasus pada 2024 atau naik sebesar 22,11 persen.
Meski demikian, penyelesaian perkara juga meningkat dari 208 kasus pada 2024 menjadi 239 kasus pada 2025 atau naik sebesar 14,90 persen.
Beberapa jenis kejahatan yang mengalami peningkatan signifikan antara lain penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan, kekerasan terhadap anak, serta kejahatan seksual.
Sementara itu, tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, pengrusakan, perjudian, dan perkosaan menunjukkan tren penurunan.
Baca juga: Hujan Deras Guyur Padang Seusai Doa Bersama Akhir Tahun 2025 di Masjid Raya
Di bidang narkotika secara keseluruhan, jumlah kasus penyalahgunaan narkoba sepanjang 2025 tercatat sebanyak 94 kasus, meningkat 27 persen dibandingkan 74 kasus pada 2024.
Jumlah tersangka naik dari 93 orang menjadi 123 orang. Barang bukti yang berhasil diamankan sepanjang tahun 2025 meliputi ganja seberat 22.118,36 gram, sabu seberat 591,58 gram, serta 57,5 butir ekstasi.
Rully menegaskan komitmen Polresta Bukittinggi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat langkah pencegahan kejahatan, serta mengoptimalkan penegakan hukum guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polresta Bukittinggi.(*)