SRIPOKU.COM - Implementasi Kurikulum Merdeka di jenjang SMP saat ini ditantang untuk menjawab isu lingkungan secara nyata.
Kegiatan kokurikuler jenjang SMP dirancang untuk memperdalam pemahaman materi di kelas melalui kegiatan yang kontekstual yang berkaitan degan P5.
Berikut adalah contoh kegiatan kokurikuler Tema Gaya Hidup Berkelanjutan konsep "Eco-Preneur" yang menarik untuk siswa SMP di tahun 2026.
Baca juga: 5 Rekomendasi Kegiatan Kokurikuler Inspiratif untuk Siswa SMA, Membangun Karakter di Luar Kelas
Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan
Judul Kegiatan: "Eco-Preneur: Mengolah Limbah Sekolah"
Aktivitas: Siswa mengidentifikasi jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di kantin sekolah (misal: plastik atau sisa makanan). Mereka kemudian diajarkan membuat produk bernilai jual, seperti kerajinan dari plastik atau pupus kompos (takakura).
Kaitan Mapel: IPA (Ekosistem), Ekonomi (Kewirausahaan), dan Bahasa Indonesia (Membuat laporan/iklan produk).
MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5)
1. IDENTITAS MODUL
- Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan
- Judul Projek: Eco-Preneur: Mengolah Limbah Sekolah
- Fase / Kelas: Fase D / VII - IX SMP
- Alokasi Waktu: 54 JP (Jam Pelajaran) – Bisa dilaksanakan dalam sistem blok 1-2 minggu.
- Target Peserta Didik: Peserta didik reguler
2. DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Sub-elemen Akhlak terhadap alam (Menjaga lingkungan).
- Gotong Royong: Sub-elemen Kerja sama dalam kelompok.
- Kreatif: Sub-elemen Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.
3. TUJUAN PROJEK
Peserta didik mampu memahami dampak sampah terhadap lingkungan sekolah, mengembangkan solusi kreatif melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang peduli lingkungan.
4. ALUR KEGIATAN (TAHAPAN)
A. Tahap Pengenalan (Eksplorasi Isu)
- Sosialisasi Projek: Penjelasan tentang P5 dan tema Gaya Hidup Berkelanjutan.
- Observasi Sampah: Siswa berkeliling sekolah untuk mendata jenis sampah terbanyak di kantin, kelas, dan halaman.
- Diskusi Pakar: Menonton video atau mengundang narasumber tentang bahaya plastik dan potensi daur ulang.
B. Tahap Kontekstualisasi (Masalah di Sekitarku)
- Analisis Masalah: Memilih satu jenis limbah spesifik yang akan diolah (misal: botol plastik, kain perca, atau kertas bekas).
- Riset Produk: Mencari ide produk daur ulang yang memiliki nilai jual (misal: pot tanaman estetik, tas belanja, atau alat tulis).
C. Tahap Aksi (Pembuatan Karya)
- Desain & Perencanaan: Membuat sketsa produk dan daftar alat/bahan.
- Produksi: Praktik pembuatan produk daur ulang secara berkelompok.
- Branding & Marketing: Membuat nama merek, logo, dan konten promosi sederhana (poster/video TikTok).
D. Tahap Refleksi & Tindak Lanjut
- Gelar Karya (Exhibition): Memamerkan dan menjual produk hasil karya dalam kegiatan Market Day sekolah.
- Refleksi: Mengevaluasi kendala selama projek dan dampak lingkungan yang dihasilkan.
- Rencana Lanjutan: Komitmen sekolah untuk terus memilah sampah secara konsisten.
5. ASESMEN (PENILAIAN)
- Asesmen Diagnostik: Tanya jawab awal tentang pemahaman sampah.
- Asesmen Formatif: Jurnal refleksi harian siswa dan observasi profil pelajar pancasila saat kerja kelompok.
- Asesmen Sumatif: Penilaian produk akhir dan presentasi hasil karya.
6. MEDIA & ALAT BANTU
- Sampah organik/anorganik sekolah.
- Alat pertukangan/kerajinan (gunting, lem tembak, cat, dll).
- Smartphone/Laptop untuk desain logo dan video.