Terseret Arus Sungai, Warga Bener Meriah Ditemukan Meninggal 5 KM dari Lokasi Awal
January 01, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah 

TribunGayo.com, REDELONG - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Samsul Bahri (63), petani asal Kampung Wih Tenang Uken, Kecamatan Permata, Bener Meriah yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Bidin. 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Dusun Mantam, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 10.18 WIB.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, mengonfirmasi bahwa penemuan ini merupakan hasil penyisiran intensif setelah korban dilaporkan hanyut pada Selasa (30/12/2025) malam.

Kronologi Penemuan

Dikatakan, upaya pencarian melibatkan personel Polsek Syiah Utama, Basarnas Bener Meriah, serta puluhan warga dari dua desa terkait.

Petugas menyisir aliran sungai mulai dari titik awal di Blang Terujak hingga ke hilir.

"Jenazah ditemukan sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian awal. Kondisinya saat itu sebagian tubuh tertimbun pasir di pinggiran aliran sungai," jelas AKBP Aris Cai.

Evakuasi dan Penyebab Kejadian

Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jenazah dibawa menuju Jembatan Kanis, Kecamatan Bandar, untuk diserahterimakan ke pihak keluarga menggunakan ambulans. 

Berdasarkan identifikasi fisik, kepolisian memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Peristiwa ini dinyatakan murni sebagai kecelakaan kerja.

Korban diduga kehilangan keseimbangan saat menyeberangi sungai menggunakan tali seling (kabel baja).

  • Penyebab Utama: Peningkatan debit air sungai akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
  • Status Kasus: Murni kecelakaan akibat faktor alam.

Imbauan Kepolisian

Menanggapi insiden memilukan ini, Kapolres Bener Meriah mengapresiasi kerja keras tim gabungan dan masyarakat dalam proses pencarian.

Ia juga mengeluarkan peringatan keras bagi warga yang kerap beraktivitas di sekitar sungai.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem.

Debit sungai yang meningkat sangat berisiko bagi keselamatan jiwa," pungkasnya. (*)

Baca juga: Kunjungi Pengungsi Gunung Burni Telong di Bener Meriah, Kepala BNPB Minta Warga Tetap Tenang

Baca juga: Kapolda Aceh Pastikan Logistik Aman di Pengungsian Usai Burni Telong Siaga

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.