Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Jalur Gronggong yang menjadi penghubung Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan terpantau aman dan lancar saat malam pergantian Tahun Baru 2026.
Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, tidak ditemukan kepadatan signifikan hingga detik-detik pergantian tahun, Kamis (1/1/2026) dini hari.
Pantauan di Jalan Raya Gronggong, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, kendaraan dari kedua arah terlihat mengalir normal.
Baca juga: Selama 2025, Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Warga Indramayu Diklaim Meningkat Dibanding 2024
Penyendatan arus hanya sesekali terjadi akibat pengendara yang menepikan kendaraan untuk menyambangi pedagang kaki lima di sepanjang jalur tersebut.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno mengatakan, situasi lalu lintas di wilayah perbatasan Cirebon–Kuningan masih dalam kondisi terkendali, meski sempat diwarnai hujan pada sore hingga malam hari.
“Alhamdulillah, hari ini kita pantau dari Jalan Raya Gronggong–Kuningan situasi cukup lancar. Memang ada kemeriahan di beberapa titik di Kabupaten Cirebon, namun semuanya masih cukup terkendali,” ujar Anom saat diwawancarai di lokasi, Kamis (1/1/2026).
Ia mengungkapkan, peningkatan arus lalu lintas mulai terasa sejak selepas Maghrib.
Mobilisasi warga meningkat usai hujan reda, terutama oleh pengguna kendaraan roda dua yang hendak merayakan malam tahun baru.
“Untuk arus lalu lintas memang ada peningkatan, berbeda dari hari sebelumnya. Setelah hujan reda, mobilisasi cukup banyak, terutama di jalur arteri. Namun semuanya masih terkendali, lancar dari semua arah,” ucapnya.
Menjelang pukul 00.00 WIB, suasana di sekitar Jalur Gronggong tampak lebih ramai.
Warung-warung yang menjajakan jagung bakar, es kelapa.dan aneka camilan dipadati pengunjung.
Kendati demikian, situasi tetap kondusif dan tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Anom juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang merayakan tahun baru secara sederhana dan tertib, serta tetap menunjukkan empati terhadap korban bencana di daerah lain.
Baca juga: Penjaga Malam Ungkap Momen Pertama Api Lahap Pasar Lemahabang, Blok B Jadi Titik Awal Kebakaran
“Kami berterima kasih kepada warga Kabupaten Cirebon yang turut berempati dengan tidak merayakan tahun baru secara bermewah-mewah, mengingat saudara kita di Sumatera dan Aceh masih tertimpa musibah,” jelas dia.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan selama perayaan tahun baru.
"Kami mengimbau warga yang masih merayakan tahun baru agar tetap menjaga keselamatan, baik saat di jalan maupun di rumah masing-masing,” katanya.
Terkait pengaturan lalu lintas, polisi sempat melakukan rekayasa secara situasional untuk mengurai potensi kepadatan.
“Sempat ada rekayasa lalu lintas, namun hanya situasional. Kami tutup sebentar untuk mengurangi kepadatan, kemudian dibuka kembali,” ujarnya.
Memasuki hari pertama Tahun Baru 2026, kepolisian memfokuskan pengamanan di jalur-jalur wisata yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan.
“Jalur wisata menjadi fokus kami di tanggal 1. Kami akan menempatkan anggota lebih banyak karena biasanya terjadi peningkatan kendaraan menuju area wisata,” ucap Anom.
Ia menambahkan, jalur alternatif telah disiapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai media.
“Kami sudah menyiapkan jalur-jalur alternatif yang disosialisasikan melalui media sosial dan media cetak, sehingga apabila terjadi rekayasa, masyarakat sudah mengetahui arah pengalihannya,” jelas dia.
Sementara itu, di malam pergantian tahun, jajaran Polresta Cirebon yang dipimpin Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni melaksanakan monitoring dan pemantauan pengamanan Tahun Baru 2026 bersama Forkopimda Kabupaten Cirebon.
Kegiatan tersebut diawali dengan pemantauan pengamanan di sejumlah gereja yang melaksanakan misa tutup tahun 2025 dan misa awal tahun 2026.