Jalan A Yani Berwajah Baru, Kawasan Heritage Titik 0 Kilometer Hidupkan Ekonomi Warga Cilacap
January 01, 2026 01:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Keramaian yang kini memenuhi Jalan Ahmad Yani, Cilacap Selatan, menjadi rezeki baru bagi Sardi, pedagang es krim asal Kesugihan, yang mengaku penjualannya meningkat sejak kawasan tersebut ditata menjadi kawasan heritage.


Sardi menuturkan, sebelumnya ia berjualan di kawasan pantai yang belakangan sepi pengunjung, sehingga memilih mencoba peruntungan di Jalan A Yani dengan hasil yang tak disangka.


“Di pantai sekarang jarang orang, tapi di sini hampir tiap sore ramai dan es krim cepat habis,” kata Sardi saat ditemui di kawasan heritage, Rabu (31/12/2025).


Perubahan wajah Jalan Ahmad Yani merupakan bagian dari penataan kawasan kota lama Cilacap dengan mengusung tema Kota Pelabuhan dan Perairan atau Waterfront City.


Konsep tersebut mengingatkan kembali peran strategis Cilacap bagian selatan yang pada masa lalu dikenal sebagai pelabuhan besar sekaligus gerbang ekspor impor di Pulau Jawa.


Kawasan Heritage Titik 0 Kilometer Cilacap tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, di penghujung tahun 2025.


Peresmian yang ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita itu menarik perhatian warga hingga kawasan kota lama Cilacap mendadak dipadati pengunjung.

Baca juga: Viral Video Sungai Gung Meluap di Wisata Guci Viral, Pengelola Pastikan Kondisi Terkendali

Baca juga: Sosok Dika Bocah Penangkap Ular, Raja di Sawah Tapi Memendam Perih karena Perundungan di Sekolah


Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, menyebut penataan ini sebagai upaya menghidupkan kembali ruang sejarah kota.


“Hari ini kita resmi meluncurkan kawasan kota lama Cilacap yang diharapkan menjadi ruang publik dan destinasi wisata baru,” ujar Budi.


Ia berharap keberadaan kawasan heritage tersebut dapat memberi dampak ekonomi sekaligus ruang ekspresi bagi masyarakat.


“Nantinya kawasan ini juga disiapkan untuk kegiatan seni, pertunjukan budaya, dan aktivitas kreatif warga,” katanya.


Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman mengatakan, lanjutan pembangunan kawasan heritage akan dilakukan bertahap setiap tahunnya. 


"Lanjutan dari itu penataan pedestrian harapan kami sampai selesai masa jabatan bisa sampai ke titik alun-alun.

Setiap tahun bertahap pembangunannya, rencananya kita akan optimalkan di 2026 tapi ada pengurangan transfer ke daerah sehingga kita mampunya Rp4 miliar," kata Bupati. 


Penataan pedestrian dilakukan dengan memperlebar jalur pejalan kaki dan menghadirkan berbagai street furniture agar kawasan tersebut nyaman dinikmati dengan berjalan kaki.


Di kawasan ini juga disediakan altar titik nol kilometer yang berfungsi sebagai ruang berkumpul, bersantai, sekaligus latar berfoto bagi pengunjung. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.