Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah secara resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana mulai 31 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.
Hal itu menyusul belum ditemukannya 14 warga yang hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut akhir November 2025.
Keputusan tersebut ditetapkan melalui Surat Pernyataan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta kebutuhan penanganan darurat yang masih krusial di sejumlah wilayah terdampak.
Dengan perpanjangan status ini, seluruh perangkat daerah, unsur TNI/Polri, instansi vertikal, relawan, hingga pihak terkait diinstruksikan untuk tetap dalam posisi siaga.
"Fokus utama kami saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, penanganan pengungsi, serta percepatan pemulihan sarana dan prasarana yang rusak," tulis pernyataan resmi Pemerintah Daerah, Rabu (31/12/2025).
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan bencana berjalan lebih optimal, terukur, dan terintegrasi.
Di sisi lain, tim Search and Rescue (SAR) Bener Meriah terus berupaya maksimal mencari 14 warga yang dilaporkan hilang sejak bencana hidrometeorologi melanda pada 26 November 2025 lalu.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) SAR Bener Meriah, Julianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan berbagai metode pencarian, termasuk menerjunkan bantuan teknis dari unit anjing pelacak (K-9).
"Setelah proses pencarian manual dilakukan selama 21 hari, kami mengerahkan tiga unit K-9 untuk menyisir wilayah Kampung Rime Raya KM 60, Dusun Sejahtera hingga ke wilayah Kabupaten Aceh Tengah.
Namun, hingga saat ini hasil pencarian dengan unit K-9 masih nihil," ujar Julianto pada Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Bener Meriah, 14 warga yang hilang tersebut tersebar di empat kecamatan,
Masing-masing Kecamatan Pintu Rime Gayo 7 Jiwa, Wih Pesam 3 Jiwa, Gajah Putih 2 Jiwa dan Kecamatan Bandar 2 Jiwa.
Julianto menegaskan, tim gabungan tidak akan menyerah dan terus menyisir lokasi-lokasi yang dilaporkan oleh masyarakat, termasuk titik-titik yang dicurigai berdasarkan indikasi bau menyengat di lapangan.
Pemkab Bener Meriah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (*)
Baca juga: Terseret Arus Sungai, Warga Bener Meriah Ditemukan Meninggal 5 KM dari Lokasi Awal
Baca juga: Kunjungi Pengungsi Gunung Burni Telong di Bener Meriah, Kepala BNPB Minta Warga Tetap Tenang
Baca juga: Presiden RI Batal Kunjungi Bener Meriah, Diduga Akibat Gempa Beruntun & Status Burni Telong Siaga