Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Jumlah kunjungan wisatawan ke Kampung Karuhun Eco Green Park, destinasi wisata alam yang berada di dekat aliran sungai Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, mengalami penurunan signifikan pada momen libur Tahun Baru 2026.
Penurunan kunjungan tercatat mencapai sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemilik Kampung Karuhun, Nana Mulyana, mengatakan penurunan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. Kampung Karuhun sendiri berada di kawasan alam terbuka yang berdekatan langsung dengan aliran sungai.
“Di momen tahun baru 2026 ini memang ada penurunan pengunjung sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu. Okupansi hotel di Sumedang juga ikut menurun, kisarannya sekitar 25 sampai 35 persen,” kata Nana, yang juga merupakan mantan Ketua PHRI Sumedang, kepada Tribun, Kamis (1/12/2026).
Meski demikian, pihak pengelola menegaskan aspek keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama. Berbagai langkah mitigasi bencana telah dilakukan, mulai dari pemasangan imbauan dalam bentuk spanduk hingga penempatan petugas patroli di sejumlah titik wisata.
“Kami sudah melakukan mitigasi bencana, ada imbauan kepada pengunjung dan petugas kami juga rutin berpatroli. Ada pula petugas pemantau yang in charge di lapangan,” ujarnya.
Nana menjelaskan, seluruh petugas Kampung Karuhun telah dibekali pelatihan kebencanaan, baik melalui BPBD Kabupaten Sumedang maupun BPBD Provinsi Jawa Barat. Pelatihan tersebut mencakup penanganan kondisi darurat seperti longsor, gempa bumi, hingga potensi banjir bandang.
“Orang-orang kami terlatih karena pernah mengikuti pelatihan di BPBD. Bahkan di tingkat provinsi juga sudah sering ikut pelatihan. Ketika hujan deras dan air sungai mulai keruh, pengunjung wajib segera keluar dari area sungai,” katanya.
Selain itu, seluruh pengunjung Kampung Karuhun juga telah dilindungi asuransi sebagai bentuk antisipasi risiko. “Nauzubillah, kalau terjadi sesuatu, pengunjung sudah diasuransikan,” tambah Nana.
Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku wisata dan BPBD dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Menurutnya, pelatihan dan kesiapan langsung dari pelaku usaha wisata menjadi kunci utama menjaga keselamatan wisatawan.
Untuk diketahui, tiket masuk ke Kampung Karuhun dibanderol Rp30 ribu per orang, sudah termasuk minuman.
Kampung Karuhun juga terus melakukan pengembangan fasilitas, di antaranya kebun binatang mini dengan penambahan sejumlah satwa seperti burung unta, fasilitas lounge dan karaoke untuk acara keluarga, serta wahana Jeep Adventure dengan rute Cilantung–Cisoka.(*)