Isi Bingkisan Istimewa Bos Facebook ke Tetangga yang 8 Tahun Terganggu Proyek 'Bunker' Bawah Tanah
January 01, 2026 04:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Permasalahan hidup bertetangga rupanya juga dialami orang terkaya di dunia ke-4 yakni Mark Zuckerberg.

Bos Facebook tersebut mendapatakan keluhan dari tetangganya yang merasa terganggu karena area rumahnya jadi bising, penuh penjagaan ketat dan sering ditutup jalannya.

Hal ini dikarenakana CEO Meta tersebut sedang membangun kawasan huniannya yang tak kunjung selesai padahal sudah delapan tahun lamanya.

Untuk meredam kemarahan warganya dan upaya meminta maaf, Zuckerberg memberikan bingkisan khusus pada tetangganya.

Baca juga: Alasan Ridwan Kamil Dulu Sering Pantun Pakai Nama Aura Kasih, Mengaku Kenal dan Sebut Begini

Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan
Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan (Politico)

Mark Zuckerberg membagikan bingkisan kepada tetangganya di kawasan Crescent Park, Palo Alto, Amerika Serikat.

Bingkisan itu diberikan sebagai bentuk kompensasi atas kebisingan renovasi dan pembangunan kompleks properti miliknya.

Isi bingkisan tersebut tidak "kaleng-kaleng". Zuckerberg memberikan paket berisi headphone peredam bising (noise-canceling), botol minuman bersoda, serta kotak donat.

Headphone dengan peredam bising, utamanya dimaksudkan agar warga sekitar bisa lebih tengan meski ada aktivitas konstruksi di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Namun, upaya tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif. Sejumlah warga masih mengeluhkan dampak pembangunan yang berkepanjangan, mulai dari kebisingan tanpa henti, jalan yang kerap ditutup, hingga puing-puing bangunan yang berserakan.

Keluhan warga juga mencakup perubahan drastis lingkungan. Beberapa tetangga menyebut kawasan yang sebelumnya tenang kini dipenuhi pengamanan ketat, kamera pengawas, serta patroli rutin petugas keamanan.

Selain itu, sejumlah properti milik Zuckerberg juga dibiarkan kosong. Padahal, wilayah tersebut dikenal mengalami krisis perumahan.

Laporan mengenai bingkisan tersebut pertama kali diungkap oleh The New York Times. Hingga kini, pihak Meta belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan itu.

Dalam 14 tahun terakhir, Zuckerberg diketahui telah menghabiskan lebih dari 110 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun untuk membeli rumah di Edgewood Drive dan Hamilton Avenue, yang termasuk dalam kawasan Crescent Park.

Total ada 11 rumah yang dimiliki Zuckerberg di kompleks tersebut. Sejumlah properti telah diubah fungsinya menjadi rumah tamu, taman luas, lapangan pickleball, serta kolam renang dengan sistem hydrofloor.

Beberapa bangunan juga sempat digunakan sebagai sekolah privat untuk anak-anak Zuckerberg dan beberapa anak lain.

Zuckerberg juga menambahkan ruang bawah tanah seluas sekitar 7.000 kaki persegi. Struktur ini oleh sebagian warga disebut menyerupai "bunker".

Konsep bangunan bawah tanah serupa juga diterapkan Zuckerberg di properti miliknya di Hawaii, meski ia membantah menyebutnya sebagai bunker.

Pembangunan di kawasan Crescent Park disebut berlangsung hampir delapan tahun.

Warga menyebut aktivitas konstruksi yang terus-menerus membuat lingkungan sekitar tidak lagi nyaman untuk ditinggali.

Menanggapi keluhan tersebut, juru bicara kepada Fortune mengatakan bahwa Zuckerberg dan keluarganya telah menjadikan Palo Alto sebagai rumah selama lebih dari satu dekade.

Menurutnya, Zuckerberg berupaya meminimalkan gangguan dan bahkan melampaui kewajiban yang ditetapkan pemerintah setempat.

"Mereka menghargai peran sebagai bagian dari komunitas dan telah mengambil sejumlah langkah yang melampaui ketentuan lokal untuk meminimalisasi gangguan di lingkungan sekitar," ujar juru bicara tersebut.

(Kompas.com/TribunTrends.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.