Bukan Teror, Ini Penyebab Ledakan Dahsyat Gedung Farmasi di Pondok Aren Tangsel
January 01, 2026 06:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Teka-teki mengenai penyebab ledakan dahsyat yang terjadi di gedung farmasi milik PT Natura Nusantara Nirmala (NNN) atau Nucleus Farma di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, akhirnya terungkap.

Setelah lebih dari dua bulan berlalu sejak ledakan yang terjadi pada 8 Oktober 2025, pihak kepolisian memastikan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh bahan peledak, melainkan berasal dari mesin ekstraksi.

“Dari hasil pemeriksaan Puslabfor ditemukan bahwa penyebab ledakan memang berasal dari mesin ekstraksi tersebut,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, saat konferensi pers akhir tahun di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Rabu (31/12/2025).

Baca juga: KILAS BALIK! Jumlah Pinjaman Online Warga Banten di Tahun 2025 Tembus Rp6,82 Triliun

Lebih lanjut, Wira mengungkapkan bahwa ledakan terjadi di lantai empat gedung, tepatnya di area mesin ekstraksi, sehingga lokasi tersebut mengalami kerusakan paling parah pascaledakan.

“Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bahwa ledakan berasal dari lantai empat,” kata Wira.

Namun demikian, Wira menegaskan bahwa hingga kini polisi memastikan tidak ditemukan unsur kesengajaan maupun teror dalam peristiwa tersebut.

“Seperti yang telah disampaikan Bapak Kapolres Tangerang Selatan, ledakan terjadi akibat kelalaian, bukan unsur kesengajaan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim Puslabfor Bareskrim Polri, Indri Puspita, menjelaskan secara lebih rinci terkait penyebab ledakan pada mesin ekstraksi tersebut.

Menurutnya, ledakan terjadi akibat penguapan cairan etanol yang digunakan dalam proses ekstraksi.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap cairan yang ditemukan di dalam mesin ekstraksi. Cairan tersebut positif mengandung etanol, yaitu produk organik yang bersifat mudah menguap dan mudah terbakar,” papar Indri.

Ia menjelaskan bahwa etanol tersebut menguap dan uapnya terus terakumulasi, sehingga memicu reaksi kimia yang menghasilkan panas dan akhirnya menyebabkan ledakan.

Kondisi ruangan tempat mesin ekstraksi berada juga diketahui merupakan ruangan tertutup.

“Jadi, ledakan tersebut diakibatkan oleh akumulasi uap jenuh dari etanol yang menguap di dalam ruang tertutup,” jelasnya.

Ledakan tersebut mengakibatkan gedung empat lantai milik perusahaan Nucleus Farma mengalami kerusakan, terutama pada bagian depan dan sebagian sisi bangunan.

Akibat peristiwa ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni EBBM (54) selaku direktur perusahaan dan SW (32) yang menjabat sebagai kepala mesin ekstraksi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.