Orang Tua Harus Tahu! Ini Cara Agar Peristiwa Bocah 12 Tahun Bunuh Ibu Kandung di Medan Tak Terulang
January 01, 2026 07:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus bocah kelas 6 SD berinisial SAS alias AL (12) yang membunuh ibu kandungnya, Faizah Soraya (42) di Medan tengah menjadi sorotan.

Tak hanya tragis, kasus yang terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu (10/12/2025), ini juga begitu miris karenapelakunya masih di bawah umur, dan korbannya adalah ibu kandungnya sendiri.

Sebelumnya, memberikan pandangannya terkait kasus pembunuhan yang melibatkan anak dibawah umur ini.

Untuk mencegah kasus serupa terulang kembali, kriminolog Haniva Hasna memberikan tipsnya.

Ia mengimbau agar antisipasi perlu dimulai dari rumah. 

Haniva Hasna menekankan agar hubungan anak dan orang tua harus dalam kondisi hangat. 

"Ketika anak dalam kondisi keluarga yang hangat, maka kondisi-kondisi perilaku destruktif itu sebetulnya bisa dicegah," kata Haniva Hasna dikutip dari KOMPAS.TV, Kamis (1/12/2025).

Haniva Hasna kemudian menyebut pentingnya orang tua melakukan screening awal terhadap kondisi anak, termasuk apakah anak memiliki kemarahan yang besar. 

Ia juga menyoroti faktor eksternal, seperti teman dan media, yang dapat memengaruhi perilaku anak.

Oleh karena itu, orang tua disarankan mengawasi konsumsi media anak, terutama konten yang mengandung kekerasan.

"Jadi orang tua tidak boleh anteng saja ketika anaknya diam di rumah hanya mengonsumsi media, tapi dia harus tahu sejauh mereka terlibat dalam kekerasan," terang Haniva Hasna.

Sebelumnya, Haniva Hasna juga mendorong pemulihan bagi AL karena masih anak-anak, sehingga yang berlaku adalah sistem peradilan pidana anak.

"Prinsipnya adalah untuk kepentingan terbaik anak.

Bahwa anak ini sebetulnya tidak seharusnya mendapatkan perilaku yang buruk, apalagi kalau sampai dipenjara gitu ya.

Karena anak-anak itu yang paling baik adalah memulihkan, bukan menggantikan atau memberikan hukuman yang berat," dikutip 

Haniva Hasna menekankan, bimbingan dari psikolog atau psikiater anak juga perlu dilakukan dalam kasus ini. 

"Asesmen harus secara menyeluruh.

Jadi, kemampuan memahami akibat perbuatannya.

Apakah selama ini yang dia lakukan itu dia termasuk memahami apa yang dilakukan," ucap Haniva Hasna.

Haniva Hasna menjelaskan, ketika anak usia 12 tahun merasakan emosi, dia akan melakukan sesuatu terlebih dahulu, baru dipikir kemudian. 

"Jadi emosi, aksi, pikir.

Bukan emosi, pikir, aksi," jelasnya. 

Haniva Hasna kemudian menyinggung kontrol impuls pada anak 12 tahun.

Ia menyebut otak anak 12 tahun belum sempurna.

"Prefrontal cortex bagian di mana dia mengendalikan diri itu baru aktif atau baru matang di usia 20 sampai 25 tahun sehingga kontrol impuls ini menjadi kurang," ucap Haniva Hasna. 

Haniva Hasna menekankan penjara sebagai upaya terakhir bagi terduga pelaku yang masih 12 tahun. 

"Jadi, fokusnya adalah terapi, pembinaan, dan pemulihan.

Karena ini anak-anak, bukan harus melakukan penghukuman yang berat," ujarnya. 

Baca juga: Anak 12 Tahun Tetap Tenang Usai Bunuh Ibu di Medan, Psikolog Heran Saat Lakukan Pemeriksaan

BOCAH BUNUH IBU KANDUNG: Faizah Soraya (kiri) dibunuh anak kandung yang masih kelas 6 SD.
BOCAH BUNUH IBU KANDUNG: Faizah Soraya (kiri) dibunuh anak kandung yang masih kelas 6 SD. (kolase Youtube)

Kronologi anak 12 tahun bunuh ibu di Medan

Kapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak menjelaskan korban tidur bersama dua anaknya di kamar lantai satu sebelum kejadian.

Korban dan AL tidur di kasur bagian atas, sedangkan kakak AL tidur di kasur bagian bawah.

Suami korban saat itu beristirahat di kamar lantai dua.

Pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB, AL terbangun dan memandangi ibunya yang tertidur.

AL kemudian mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban, sebagaimana disampaikan pihak kepolisian.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami 26 luka tikam.

Kakak AL terbangun, terkejut melihat kejadian itu, lalu merebut dan membuang pisau meski tangannya terluka.

AL kemudian beranjak ke dapur untuk mengambil pisau kecil.

Saat AL hendak masuk ke kamar lagi, sang kakak langsung menutup pintu sehingga pisau yang dipegang AL terjatuh.

Setelah gagal masuk kamar dengan pisau lain, AL menyusul ke lantai dua saat kakaknya membangunkan ayah mereka.

Dengan kondisi sudah mengenakan baju, AL memeluk ayahnya. 

Ayah dan kakak kemudian turun ke lantai satu memeriksa kondisi korban yang masih hidup dan meminta agar ambulans dipanggil, sedangkan AL terduduk lemas di sofa ruang tamu.

Ambulans tiba sekitar pukul 05.40 WIB, namun korban dinyatakan meninggal dunia.
 
(TribunTrends/ Amr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.