Banjir di Benuaraya-Gunungraja Tanahlaut Meninggi, Abdurrahman: Hari Ini Rumah Kami Terendam
January 01, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Banjir yang melanda wilayah perbatasan Kecamatan Batibati dan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih berlangsung hingga Kamis (1/1/2026). 

Bahkan, ketinggian genangan di sejumlah titik dilaporkan kembali mengalami peningkatan.

Rumah warga yang terdampak banjir pun bertambah. Beberapa rumah warga yang sebelumnya masih aman dan hanya dikepung air di halaman, kini turut calap (kebanjiran).

Contohnya rumah H Abdurrahman yang berada di lingkungan RT 15 Dusun 2 (seberang jalan raya Langgar Darul Aman), yang akhirnya kebanjiran. 

Baca juga: Libur Tahun Baru 2026, Hujan Sejak Pagi Redam Kunjungan Wisata di Tanahlaut

Semula selama sekitar sepekan lalu, rumah pedagang ikan ini masih aman. Hanya teras dan halaman rumahnya yang diselubungi air. Namun sekarang air telah masuk ke dalam rumahnya.

"Lantai rumah kami hari ini (Kamis, red) calap dua jari dalamnya," ucap Abdurrahman saat dihubungi.

Warga Desa Benuaraya, H Abdurrahman, mengatakan genangan banjir di sekitar rumahnya hari ini bertambah sekitar 5 sentimeter dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Air hari ini naik lagi sekitar lima sentimeter,” ujarnya.

Dikatakannya, sekitar pukul 14.00 Wita siang tadi air menjamah lantai rumahnya. Perlahan air terus naik dan sore ini telah setinggi lima jari orang dewasa.

Ia mengatakan kondisi hari ini genangan banjir di Benuaraya bertambah dalam. Genangan air naik sekitar lima sentimeter.

Luapan air sungai juga merendam jalan-jalan lingkungan di Desa Benuaraya.

Kedalaman genangan di akses permukiman bervariasi, mulai sekitar 10 sentimeter hingga mencapai 30 sentimeter di beberapa titik.

Dampak banjir pun tidak merata. Sebagian rumah warga terendam air, sementara sebagian lainnya hanya mengalami genangan di halaman dan area sekeliling rumah.

Kondisi serupa juga terjadi di lingkungan RT 6 Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang.

Permukiman di RT ini bersebelahan langsung dengan Desa Benuaraya dan berada pada satu hamparan kawasan lebak dalam.

Lokasinya juga terpisah cukup jauh dari pusat permukiman Desa Gunungraja.

Secara geografis, Desa Benuaraya dan RT 6 Gunungraja berada di tepi sungai dan kawasan lebak dalam, sehingga tergolong rawan banjir.

Setiap musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi, wilayah tersebut hampir selalu dilanda genangan.

Baca juga: Genangan Banjir di Handilnegara dan Kalibesar Tanahlaut Tambah Dalam, Akses Masuk Desa Makin Sulit

Meski warga setempat telah terbiasa menghadapi banjir tahunan, kondisi ini tetap merepotkan aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang rumahnya berada di bagian dalam permukiman.

“Yang di dalam kampung aktivitasnya terganggu karena jalan lingkungan semuanya tergenang air,” kata warga setempat.

Sementara itu, sebagian warga yang rumahnya berada di sisi kiri dan kanan Jalan Raya Ahmad Yani masih aman dari genangan. Aktivitas masyarakat di kawasan jalan utama tersebut berjalan normal tanpa kendala berarti.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.