TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadikan malam pergantian tahun sebagai momentum refleksi bersama yang digelar di Taman Blambangan, Rabu (31/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh masyarakat untuk saling menguatkan dalam menghadapi tahun 2026.
“Dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, tidak ada kata lain selain saling menguatkan di antara kita semua untuk menghadapi tahun yang baru ini,” ujar Ipuk saat menyampaikan refleksi akhir tahun.
Kegiatan refleksi tersebut juga diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh sejumlah tokoh agama. Doa dipimpin oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Banyuwangi KH Muhaimin Asymuni, bersama KH Zainullah Marwan, KH Hasan Thoha, KH Toha Muntoha, KH Achmad Wahyudi, serta Gus Riza Azizy.
Ipuk menegaskan, saling menguatkan dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan saling mendoakan demi kebaikan bersama, khususnya untuk Banyuwangi.
Baca juga: Sinyal Transfer Mewah Persib Bandung dan Persebaya, Bintang Label Piala Dunia Kans Direkrut
“Salah satu bentuk saling menguatkan adalah dengan mendoakan sebaik-baiknya satu sama lain, khususnya untuk kebaikan Banyuwangi,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Ipuk juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta para pemangku kepentingan pembangunan yang telah berkolaborasi dan bergotong royong memajukan Banyuwangi sepanjang 2025.
Menurutnya, berbagai capaian positif berhasil diraih. Tingkat kemiskinan Banyuwangi tercatat menurun hingga berada pada angka terendah, yakni 6,13 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah juga menunjukkan tren positif dengan capaian 5,85 persen pada triwulan II 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Jawa Timur. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi turut meningkat dari 74,30 pada 2024 menjadi 75,17 pada 2025.
Sejumlah prestasi nasional juga diraih, di antaranya penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025 sebagai kabupaten terbaik kategori Best Smart Branding Innovation, penghargaan tata kelola pemerintahan daerah terbaik nasional, serta predikat Kabupaten Terinovatif yang diraih untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut sejak 2018.
Baca juga: Longsor Tutup Akses Jalan di Pakem Bondowoso, BPBD dan Warga Gotong Royong Pembersihan
“Prestasi bukan tujuan akhir. Ini justru menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kita semakin besar. Tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari dinamika global, perubahan iklim, transformasi digital, hingga tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat,” tegas Ipuk.
Di akhir refleksi, Ipuk juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan empati, mengingat tidak semua orang menutup tahun dengan kebahagiaan, terutama mereka yang terdampak bencana.
Secara khusus, Ipuk juga menyapa warga Banyuwangi yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui sambungan daring. Ia menyampaikan duka dan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga Banyuwangi di wilayah tersebut.
Baca juga: Longsor Rusak Sumber Air, 420 KK di Desa Klekean Bondowoso Kesulitan Air Bersih
“Kami turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita. Semoga keluarga Banyuwangi di Aceh dan Sumatera selalu dilindungi dan segera pulih,” pungkasnya.